Palestina: Pemerintah Israel Saat Ini Lebih Buruk Dibanding Sebelumnya
Sabtu, 20 November 2021 - 09:00 WIB
loading...
Warga Palestina di tengah-tengah pasukan Israel. FOTO/Al Jazeera
A
A
A
GAZA - Pemerintah Israel yang dipimpin oleh Perdana Menteri Naftali Bennett telah terbukti lebih buruk dari pemerintahan sebelumnya. Demikian ditegaskan Juru Bicara Kepresidenan Otoritas Palestina .
"Rakyat kami menghadapi serangkaian pemerintah Israel yang menghancurkan segala upaya untuk menyelamatkan proses perdamaian. Pemerintah pendudukan saat ini telah melangkah lebih jauh dari pendahulunya dengan pembunuhan harian dan kejahatan perang," kata Nabil Abu Rudaineh dalam wawancara dengan Radio Voice of Palestine, dikutip Middle East Monitor, Jumat (19/11/2021).
Baca: Inggris Nyatakan Hamas Organisasi Teroris dan Terlarang
Dia memperingatkan bahwa kepemimpinan Palestina "memiliki semua sarana hukum untuk pergi ke forum internasional guna meminta pertanggungjawaban Israel atas kejahatannya yang melanggar hukum internasional, dan yang tidak akan mengarah pada perdamaian, stabilitas atau kemakmuran di seluruh kawasan.
Dia menjelaskan bahwa Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas telah memberi tahu Duta Besar Amerika Serikat untuk PBB, Linda Thomas-Greenfield selama pertemuan yang diadakan di Ramallah pada hari Rabu. Dalam pertemuan itu ditegaskan, setiap upaya Israel untuk mengubah status quo di Yerusalem akan menyebabkan "memburuknya situasi dan merusak solusi dua negara."
"Rakyat kami menghadapi serangkaian pemerintah Israel yang menghancurkan segala upaya untuk menyelamatkan proses perdamaian. Pemerintah pendudukan saat ini telah melangkah lebih jauh dari pendahulunya dengan pembunuhan harian dan kejahatan perang," kata Nabil Abu Rudaineh dalam wawancara dengan Radio Voice of Palestine, dikutip Middle East Monitor, Jumat (19/11/2021).
Baca: Inggris Nyatakan Hamas Organisasi Teroris dan Terlarang
Dia memperingatkan bahwa kepemimpinan Palestina "memiliki semua sarana hukum untuk pergi ke forum internasional guna meminta pertanggungjawaban Israel atas kejahatannya yang melanggar hukum internasional, dan yang tidak akan mengarah pada perdamaian, stabilitas atau kemakmuran di seluruh kawasan.
Dia menjelaskan bahwa Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas telah memberi tahu Duta Besar Amerika Serikat untuk PBB, Linda Thomas-Greenfield selama pertemuan yang diadakan di Ramallah pada hari Rabu. Dalam pertemuan itu ditegaskan, setiap upaya Israel untuk mengubah status quo di Yerusalem akan menyebabkan "memburuknya situasi dan merusak solusi dua negara."
Lihat Juga :