Pasca Insiden dengan Kapal Filipina di LCS, AS Peringatkan China Jangan Provokatif
Sabtu, 20 November 2021 - 07:15 WIB
loading...
A
A
A
"Mereka sepakat tentang pentingnya perdamaian dan stabilitas di Laut China Selatan dan berjanji untuk tetap berhubungan dekat dalam beberapa hari mendatang," kata Pentagon dalam sebuah pernyataan.
Baca: Virolog: Pasien Kasus Pertama COVID-19 Adalah Wanita di Pasar Wuhan
Pada hari Kamis, Filipina mengutuk "dalam istilah terkuat" tindakan tiga kapal penjaga pantai China yang dikatakan memblokir dan menggunakan meriam air pada kapal pasokan menuju atol yang diduduki Filipina di Laut China Selatan.
Insiden itu terjadi beberapa hari setelah Presiden AS Joe Biden dan pemimpin China Xi Jinping mengadakan pertemuan virtual 3-1/2 jam minggu ini yang bertujuan untuk memastikan bahwa persaingan yang semakin ketat dan sengit antara negara adidaya tidak mengarah ke konflik.
"Amerika Serikat sangat percaya bahwa tindakan RRT yang menegaskan klaim maritim Laut China Selatan yang luas dan melanggar hukum merusak perdamaian dan keamanan di kawasan itu," tambah Price dalam pernyataannya, merujuk pada Republik Rakyat China.
Baca: Virolog: Pasien Kasus Pertama COVID-19 Adalah Wanita di Pasar Wuhan
Pada hari Kamis, Filipina mengutuk "dalam istilah terkuat" tindakan tiga kapal penjaga pantai China yang dikatakan memblokir dan menggunakan meriam air pada kapal pasokan menuju atol yang diduduki Filipina di Laut China Selatan.
Insiden itu terjadi beberapa hari setelah Presiden AS Joe Biden dan pemimpin China Xi Jinping mengadakan pertemuan virtual 3-1/2 jam minggu ini yang bertujuan untuk memastikan bahwa persaingan yang semakin ketat dan sengit antara negara adidaya tidak mengarah ke konflik.
"Amerika Serikat sangat percaya bahwa tindakan RRT yang menegaskan klaim maritim Laut China Selatan yang luas dan melanggar hukum merusak perdamaian dan keamanan di kawasan itu," tambah Price dalam pernyataannya, merujuk pada Republik Rakyat China.
Lihat Juga :