Anggota Keluarga Presiden Assad Akui Penggunaan Bom Barel di Perang Suriah

Jum'at, 19 November 2021 - 03:00 WIB
loading...
Anggota Keluarga Presiden...
Korban perang sipil Suriah. FOTO/Middle East Monitor
A A A
DAMASKUS - Seorang anggota keluarga Presiden Suriah, Bashar Al-Assad , telah mengakui bahwa militer Suriah menggunakan bom barel terhadap warga sipil dan oposisi selama konflik yang berlangsung selama satu dekade. Ia mengatakan bahwa bom barel telah "membersihkan" Suriah.

Dalam siaran langsung di akun Facebook-nya pada hari Sabtu, Rifat Ali al-Assad—bagian dari keluarga Assad yang berkuasa—mengatakan bahwa, “kami datang dengan bom barel. Apa itu bom barel? Bagus. Berguna untuk membersihkan bumi dari serangga ini," ujarnya seperti dikutip dari Middle East Monitor, Kamis (18/11/2021).

Baca: Bom Barel Bunuh 10 Pengungsi, AS Sebut Assad Biadab

Pernyataan Rifat adalah pengakuan terbuka pertama penggunaan senjata oleh rezim Damaskus. Bom barel merupakan alat peledak improvisasi dan murah yang dijatuhkan dari pesawat ke area tertentu. Bom ini berbentuk tabung berisi bahan bakar, paku, potongan besi, atau bahan kimia dengan daya ledak tinggi.

Sepanjang perang saudara, rezim Suriah secara rutin menggunakannya di wilayah sipil untuk tujuan memerangi "teroris", yang terdiri dari siapa saja yang menentang kekuasaan Assad. Damaskus dan sekutunya, Moskow, telah berulang kali menyangkal kepemilikan senjata dan penggunaannya terhadap penduduk sipil.

Baca: Bom barel bunuh ratusan orang, AS sebut rezim Assad barbar

Penyebutan para korban bom barel sebagai "serangga" yang telah dibersihkan oleh rezim, yang oleh para kritikus digambarkan sebagai genosida, bukanlah hal baru. Tahun lalu, Menteri Kesehatan Suriah juga tampaknya menggunakan bahasa seperti itu ketika dia mengatakan kepada TV Ikhbariya yang dikelola pemerintah bahwa tidak ada kasus Covid-19 di Suriah, karena "Tentara Arab Suriah memurnikan Suriah dari banyak kuman."

Dalam sebuah wawancara dengan BBC pada tahun 2015, Presiden Assad juga ditanya tentang penggunaan bom barel, yang dengan sarkastis dia bercanda bahwa "panci masak" dapat dijatuhkan di daerah yang dikuasai oposisi.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Suara Ledakan Terdengar...
Suara Ledakan Terdengar di Bandar Abbas dan Pulau Qeshm, Iran Segera Balas Serangan AS
AS Pertimbangkan Gunakan...
AS Pertimbangkan Gunakan Aset Iran untuk Biaya Rekonstruksi Negara-negara Teluk
Iran Peringatkan Serangan...
Iran Peringatkan Serangan AS Berisiko Seret Timur Tengah Kembali ke Konflik
Iran Siap Selesaikan...
Iran Siap Selesaikan Upaya Menuju Pengakhiran Konflik di Timur Tengah
Kepala FSB Rusia: Barat...
Kepala FSB Rusia: Barat akan Kerahkan ISIS Suriah dalam Perang Melawan Iran
Perempuan Ini Lempar...
Perempuan Ini Lempar Bom ke Pacarnya saat Bertengkar, Kini Terancam Dipenjara 25 Tahun
Indonesia Tak Lagi Bergantung...
Indonesia Tak Lagi Bergantung Impor Minyak Timur Tengah
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Umumkan Pengunduran Diri
Rekor! Polisi Australia...
Rekor! Polisi Australia Sita 3 Ton Kokain Senilai Rp10,2 Triliun
Rekomendasi
Persaingan Ketat! 86...
Persaingan Ketat! 86 Peserta Audisi Liga Bintang Juara GTV di Depok Berebut Tiket ke Jakarta
Ini Penampakan Taufik...
Ini Penampakan Taufik Hidayat usai Ditangkap Polisi, Tangan Diborgol Tali Ties
Kemenko PM Gelar Global...
Kemenko PM Gelar Global Talent Day, Buka Akses Kerja ke Jepang-Jerman
Berita Terkini
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
Infografis
Di Ambang Perang, India...
Di Ambang Perang, India Borong 26 Jet Tempur Rafale
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved