Rusia Klaim S-550 Lebih Efisien Cegat ICBM Ketimbang THAAD dan Aegis Milik AS

Minggu, 14 November 2021 - 09:54 WIB
loading...
Rusia Klaim S-550 Lebih...
Rusia mengembangkan sistem rudal S-550 jaman Uni Soviet yang diklaim lebih efisien mencegat ICBM ketimbang sistem pertahahan rudal THAAD dan Aegis milik AS. Foto/Ilustrasi
A A A
MOSKOW - Rusia sedang mengembangkan sistem pertahanan udara baru berbasis sistem pertahan S-500 Prometheus yang canggih. Sistem ini dirancang untuk menghancurkan target musuh dalam jarak sekitar 600 kilometer.

"S-550 Rusia akan menjadi rudal operasi khusus bergerak (mobile) pertama di dunia dan sistem pertahanan wilayah udara yang mampu secara efektif menghancurkan rudal balistik antarbenua (ICBM) ," ucap dua sumber di kompleks industri militer kepada kantor berita Ria Novosti yang dinukil Sputnik, Minggu (14/11/2021).

Saat ini, Rusia dan Amerika Serikat (AS) memiliki sistem pertahanan rudal khusus yang dapat menembak jatuh hulu ledak ICBM dengan presisi tinggi, tetapi sistem tersebut tidak bergerak dan berbasis di silo.

Baca juga: Rusia Bangkitkan Kembali Proyek S-550, Rudal Pencegat Jarak Pendek Era Soviet

Salah satu orang dalam mengatakan bahwa sistem permukaan-ke-udara baru sedang dikembangkan sebagai versi upgrade dari sistem rudal anti-balistik S-500 Prometheus.

“Kemampuan S-550 untuk mencegat hulu ledak rudal balistik musuh, terutama rudal antarbenua, serta senjata serangan luar angkasa akan lebih besar dari kemampuan S-400 dan S-500, serta pertahanan udara THAAD dan Aegis AS yang dilengkapi dengan rudal 3M-3 Block IIB," ungkap orang dalam itu.

Pernyataan ini dikonfirmasi oleh sumber lain, yang menambahkan bahwa pengembangan sistem baru saat ini berada pada tahap lanjutan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Rp5.312 Triliun, tapi Trump Ragu
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Larangan Perangkat Lunak...
Larangan Perangkat Lunak AS Bikin Susah Banyak Produsen Mobil
Trump Sebut Kesepakatan...
Trump Sebut Kesepakatan Damai dengan Iran Akan Ditandatangani pada Minggu, Ini Respons Teheran
Harga Minyak Dunia Anjlok...
Harga Minyak Dunia Anjlok ke Level Terendah dalam 3 Bulan usai Kesepakatan Damai AS-Iran
Rekomendasi
Prancis di Persimpangan...
Prancis di Persimpangan Mimpi dan Trauma
Menteri PU Tinjau IPTC,...
Menteri PU Tinjau IPTC, Nindya Karya Dukung Penambahan Fasilitas Atlet Difabel
Digeruduk Mahasiswa...
Digeruduk Mahasiswa UGM saat Diskusi, Budiman Sudjatmiko: Kami Bersedia untuk Dikritik
Berita Terkini
Kenapa Perdamaian Iran...
Kenapa Perdamaian Iran Tak Semudah Membalikkan Telapak Tangan?
Selat Hormuz Tak Akan...
Selat Hormuz Tak Akan Lagi seperti Dulu, Ini 3 Alasannya
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
Pengaktifan Kembali...
Pengaktifan Kembali Transit Lewat Selat Hormuz Mungkin Perlu Waktu Beberapa Pekan
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved