Xi Jinping Perkuat Status dengan Resolusi Bersejarah, Sejajar Mao Zedong

Sabtu, 13 November 2021 - 01:33 WIB
loading...
Xi Jinping Perkuat Status...
Xi Jinping kini setara dengan Pendiri Partai Komunis Mao Zedong dan penggantinya Deng Xiaoping. Foto/REUTERS
A A A
BEIJING - Partai Komunis China telah mengeluarkan "resolusi historis" yang memperkuat status Xi Jinping dalam sejarah politik.

Dokumen tersebut adalah ringkasan sejarah 100 tahun partai yabng membahas berbagai pencapaian utama dan arah masa depan.

Ini hanya yang ketiga dari jenisnya sejak berdirinya partai, yang pertama disahkan Mao Zedong pada 1945 dan yang kedua oleh Deng Xiaoping pada 1981.

Baca juga: Pendiri WikiLeaks Assange Diizinkan Menikah di Penjara Inggris

Resolusi itu disahkan pada Kamis (11/11/2021) di sesi pleno keenam, salah satu pertemuan politik paling penting di China.

Baca juga: Kremlin Marah AS Tuduh Rusia Hendak Invasi Ukraina

Karena hanya pemimpin China ketiga yang mengeluarkan resolusi seperti itu, langkah itu bertujuan menjadikan Xi setara dengan Pendiri Partai Komunis China Mao dan penggantinya Deng.

Baca juga: Merasa Ditelikung, Ukraina Umumkan Dimulainya Perang Energi Lawan Rusia

"Sama seperti dua resolusi sebelumnya, (resolusi ini) akan memainkan peran penting dalam membantu menyatukan teori, keinginan, dan tindakan partai untuk mencapai kemajuan di masa depan dan dalam mewujudkan tujuan keseratus kedua dan impian besar peremajaan China," papar pejabat senior partai Qu Qingshan pada konferensi pers pada Jumat (12/11/2021).

Partai tersebut sebelumnya telah menetapkan dua tujuan seratus tahun bahwa China akan menjadi masyarakat yang "cukup makmur" pada 2021, dan yang kedua, bahwa China akan menjadi negara yang "berkembang penuh, kaya, dan kuat" pada 2049.

Beberapa pengamat melihat resolusi tersebut sebagai upaya terbaru Xi membalikkan dekade desentralisasi oleh para pemimpin China yang dimulai di era Deng dan berlanjut melalui para pemimpin lain seperti Jiang Zemin. Ini menjadi tanda bahwa China mungkin akan kembali ke apa yang disebut kultus kepribadian.

Sesi sidang tertutup selama empat hari itu mengumpulkan lebih dari 370 anggota penuh dan pengganti dari Komite Sentral ke-19 Partai Komunis China, pemimpin tertinggi negara itu.

Itu adalah pertemuan besar terakhir para pemimpin partai menjelang kongres nasional tahun depan, di mana Xi diperkirakan mencari masa jabatan ketiga yang bersejarah sebagai presiden.

Pada 2018, China membatalkan batas dua masa jabatan kepresidenan, yang secara efektif memungkinkan dia dapat berkuasa seumur hidup.

Mengapa resolusi itu penting? “Pada dasarnya, ini memperkuat kekuasaan Xi,” ungkap para ahli kepada BBC.

"Dia mencoba menampilkan dirinya sebagai pahlawan dalam epik perjalanan nasional China," papar Adam Ni, editor China Neican, buletin tentang urusan China saat ini.

"Dengan mendorong melalui resolusi sejarah yang menempatkan dirinya di pusat narasi besar Partai dan China modern, Xi menunjukkan kekuatannya. Tetapi dokumen itu juga merupakan alat untuk membantunya mempertahankan kekuatan ini," papar para pakar.

Dr Chong Ja Ian dari Universitas Nasional Singapura mengatakan langkah terbaru itu membuat Xi berbeda dari para pemimpin China sebelumnya.

"(Mantan pemimpin) Hu Jintao dan Jiang Zemin tidak pernah memiliki otoritas terkonsolidasi sebanyak Xi. Namun, tidak jelas apakah mereka memiliki kecenderungan untuk melakukannya bahkan jika dihadapkan dengan peluang serupa," ujar Dr Chong.

"Tentu saja ada banyak penekanan pada Xi sebagai pribadi saat ini. Sejauh mana ia menjadi lebih dilembagakan secara formal adalah apa yang diwaspadai banyak orang saat ini," papar dia.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ini Alasan Trump Puji...
Ini Alasan Trump Puji Putin dan Xi Jinping atas Kesepakatan Damai AS-Iran
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
Skandal Kerajaan, Putra...
Skandal Kerajaan, Putra dari Putri Mahkota Norwegia Divonis Penjara atas Tuduhan Pemerkosaan
Parah! Siswa SMA Ini...
Parah! Siswa SMA Ini Masukkan Spermanya ke Tumbler Guru Perempuan
Rekomendasi
Rueibin Chen Sebut Tampil...
Rueibin Chen Sebut Tampil di Indonesia sebagai Impian, Siap Hibur Pecinta Musik Klasik Jakarta
Ajukan Jadi JC, Mantan...
Ajukan Jadi JC, Mantan Waka BNN Sony Sonjaya Diperiksa di Kejagung Besok
Dikhianati Suami, Shiena...
Dikhianati Suami, Shiena Bangkit Bongkar Perselingkuhan di Microdrama V+Short Replaceable
Berita Terkini
4 Alasan Iran Mampu...
4 Alasan Iran Mampu Memberikan Pukulan Telak ke Amerika Serikat dan Israel
Mengapa Kekejaman Israel...
Mengapa Kekejaman Israel di Lebanon Bisa Picu Pembalasan dari Iran?
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved