COVID-19 Kembali Mewabah, Beijing Tutup Mal dan Perumahan
Kamis, 11 November 2021 - 16:28 WIB
loading...
A
A
A
Lima perumahan, sebuah sekolah dasar dan dua kompleks perkantoran ditempatkan di bawah penguncian cepat Kamis pagi, dengan puluhan ribu penduduk dilarang pergi dan menjalani pengujian massal.
Siaran langsung di media lokal dari daerah yang dikunci menunjukkan staf kesehatan dengan pakaian hazmat menumpuk kantong makanan untuk penduduk yang terjebak dalam penguncian.
Baca juga: Untuk Pertama Kalinya dalam 15 Bulan Jepang Catatkan Nol Kematian Akibat Covid-19
"Empat dari kasus yang didiagnosis adalah anggota rumah tangga yang sama, sementara dua lainnya adalah penduduk Jilin dalam perjalanan bisnis ke Beijing dan kontak dekat mereka," kata otoritas kesehatan setempat.
Sementara itu media lokal, Beijing Youth Daily melaporkan, Mal Raffles City di Dongcheng - juga distrik pusat di ibu kota - ditutup pada Rabu malam setelah kontak dekat seseorang dengan COVID-19 ditemukan telah mengunjungi mal.
Pintu keluar mal ditutup, dan semua staf serta pelanggan di dalam tidak diizinkan pergi sampai mereka menjalani tes.
Video yang dibagikan di platform media sosial Weibo menunjukkan kerumunan pembeli bermasker, mengantre untuk diuji di dalam pusat perbelanjaan.
Siaran langsung di media lokal dari daerah yang dikunci menunjukkan staf kesehatan dengan pakaian hazmat menumpuk kantong makanan untuk penduduk yang terjebak dalam penguncian.
Baca juga: Untuk Pertama Kalinya dalam 15 Bulan Jepang Catatkan Nol Kematian Akibat Covid-19
"Empat dari kasus yang didiagnosis adalah anggota rumah tangga yang sama, sementara dua lainnya adalah penduduk Jilin dalam perjalanan bisnis ke Beijing dan kontak dekat mereka," kata otoritas kesehatan setempat.
Sementara itu media lokal, Beijing Youth Daily melaporkan, Mal Raffles City di Dongcheng - juga distrik pusat di ibu kota - ditutup pada Rabu malam setelah kontak dekat seseorang dengan COVID-19 ditemukan telah mengunjungi mal.
Pintu keluar mal ditutup, dan semua staf serta pelanggan di dalam tidak diizinkan pergi sampai mereka menjalani tes.
Video yang dibagikan di platform media sosial Weibo menunjukkan kerumunan pembeli bermasker, mengantre untuk diuji di dalam pusat perbelanjaan.
Lihat Juga :