Pertumbuhan Pesat Militer China Membuat AS Makin Khawatir

Selasa, 09 November 2021 - 09:05 WIB
loading...
Pertumbuhan Pesat Militer...
China membuat tiruan kapal induk AS di gurun pasir Ruoqiang, Xinjiang, China, 20 Oktober 2021. Foto/Maxar Technologies/REUTERS
A A A
WASHINGTON - Pertumbuhan pesat militer China terus berlangsung. Beijing telah mengembangkan rudal hipersonik berkemampuan nuklir dan tiruan kapal induk Amerika Serikat (AS).

Tak hanya itu, China secara besar-besaran memperluas angkatan bersenjatanya, membuat militer AS semakin khawatir.

Ketika ketegangan meningkat di Laut China Selatan, citra satelit yang diambil Maxar Technologies pada Minggu menunjukkan China telah membangun tiruan kapal induk AS dan satu kapal perusak di tempat yang tampaknya merupakan lapangan tembak militer.

Baca juga: Timur Tengah Memanas! Arab Saudi, AS, dan Kuwait Gelar Latihan Perang Bersama

Pertumbuhan pesat dan peningkatan militer China telah menimbulkan kekhawatiran bahwa negara itu bersiap konfrontasi dengan Amerika.

Baca juga: Kisah Sulaiman Ar Rajhi, Miliarder Arab Saudi yang Memilih Hidup Miskin

"Kita menyaksikan salah satu pergeseran terbesar dalam kekuatan geo-strategis global yang telah disaksikan dunia," papar Ketua Kepala Staf Gabungan AS Jenderal Mark Milley, Rabu (3/11/2021), ketika berbicara tentang kemajuan militer China baru-baru ini pada diskusi forum keamanan yang disiarkan NBC News.

Baca juga: Nasib Tragis Mishaal binti Fahd, Putri Kerajaan Arab Saudi yang Dihukum Mati

"Mereka jelas menantang kita secara regional dan aspirasi mereka adalah untuk menantang Amerika Serikat secara global," ujar dia.

Kemajuan China termasuk uji coba rudal hipersonik baru-baru ini, perluasan persenjataan nuklir, langkah-langkah di luar angkasa dan dunia maya, serta ancaman yang tampaknya setiap hari terhadap Taiwan.

Pentagon bulan ini mengeluarkan laporan tahunan kepada Kongres yang mengatakan China memperluas kekuatan nuklirnya jauh lebih cepat daripada yang diperkirakan pejabat AS setahun lalu.

Selama diskusi forum, Milley menyebut, “Peluncuran itu sebagai indikasi gambaran yang jauh lebih luas tentang kemampuan militer sehubungan dengan China."

"Hari ini, (China) memiliki kemampuan di ruang angkasa dan dunia maya, darat, laut, udara, bawah laut, dan mereka jelas menantang kita secara regional.... Jadi, kita memiliki kasus di sini tentang satu negara yang menjadi sangat kuat, yang ingin merevisi tatanan internasional untuk keuntungan mereka. Itu akan menjadi tantangan nyata selama tahun-tahun mendatang. Dalam 10, 20 tahun ke depan. Itu akan sangat signifikan bagi Amerika Serikat," papar dia.

Sementara itu, Presiden AS Joe Biden telah menekankan dia "tidak berniat memulai Perang Dingin baru" dengan China setelah Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres meminta kedua negara menghindari dinamika permusuhan yang bergejolak pada September.

Biden lebih lanjut mengecam konflik militer dan menekankan pentingnya bekerja sama.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian sebelumnya telah membantah klaim kemampuan nuklirnya, setelah laporan uji coba rudal hipersonik berkemampuan nuklir awal tahun ini.

Dia bersikeras dengan mengatakan, “Itu adalah uji coba pesawat ruang angkasa rutin untuk mengurangi biaya pesawat ruang angkasa dan untuk menyediakan metode yang lebih nyaman bagi manusia untuk melakukan perjalanan ke dan dari luar angkasa."
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Petani dan Pelaku UMKM...
Petani dan Pelaku UMKM Sumut, Riau, hingga Aceh Kirim Hasil Kerajinan Lidi ke China
WNI Dikeroyok dan Dianiaya...
WNI Dikeroyok dan Dianiaya di Malaysia, Polisi Amankan 4 Orang yang Terlibat
Wapres AS JD Vance:...
Wapres AS JD Vance: Mengkritik Israel Bukan Berarti Anti-Semit
Rekomendasi
Ruben Onsu Akui Sempat...
Ruben Onsu Akui Sempat Minta Bertemu Anak di Sekolah, Namun Gagal karena Alasan Ini
Tak Mau Cuma Impor,...
Tak Mau Cuma Impor, Raksasa EV China Leapmotor Langsung Rakit B10 di Jawa Barat
Fresh Graduate Merapat!...
Fresh Graduate Merapat! Magang Nasional Angkatan 2 2026 Segera Dibuka
Berita Terkini
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
Pasukan Israel Gagal...
Pasukan Israel Gagal Ambil Tank Komandan yang Gugur di Lebanon Selatan
Batalyon Israel Pembunuh...
Batalyon Israel Pembunuh Hind Rajab Dapat Pukulan Keras di Lebanon Selatan
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved