Protes Kewajiban Vaksinasi Covid-19, Sopir dan Kru Ambulans di Rusia Mogok Kerja

Minggu, 07 November 2021 - 01:00 WIB
loading...
Protes Kewajiban Vaksinasi...
Layanan ambulans Rusia. FOTO/Moskva News Agency
A A A
MOSKOW - Penduduk kota Oblucye, sekitar 6.000 km sebelah timur Moskow, Rusia , berisiko tak memiliki sokongan perawatan darurat. Hal ini terjadi setelah 15 pekerja ambulans mengajukan pengunduran diri sebagai aksi protes atas kewajiban vaksinasi Covid-19 yang diterapkan bagi para pekerja di bidang medis.

"Mereka mengaku tidak ingin mendapatkan suntikan Covid-19,” ujar kepala dokter di layanan ambulans Oblucye kepada situs berita EAO, Media republik otonomi Yahudi itu, Jumat (5/11/2021).

Baca: Putin: Vaksin Rusia 'Ditakuti' Eropa karena Efektif Lawan Mutasi Covid-19

Para pekerja ambulans kemudian bergabung dengan 12 rekannya dari desa tetangga, Pashkovo. “Kami siap bekerja, tetapi tinggalkan kami sendiri dengan vaksin ini!” kata pekerja ambulans dan wakil Partai Komunis setempat, Ivan Krasnoslobodtsev.

"Vaksin itu, sejauh yang saya tahu, belum diuji dan tidak ada yang tahu bagaimana itu akan terwujud di masa depan," lanjut Krasnoslobodtsev.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal medis The Lancet pada bulan Februari menunjukkan vaksin Sputnik V Rusia efektif 91,6% terhadap strain Covid-19 asli. Pada bulan Agustus, Menteri Kesehatan Mikhail Murashko mengatakan, Sputnik V adalah 83% efektif terhadap varian Delta di belakang gelombang keempat pandemi Rusia yang telah menginfeksi dan membunuh rekor jumlah pasien dalam beberapa pekan terakhir.

Baca: Ukraina Tegaskan Tidak akan Pernah Pakai Vaksin Buatan Rusia

Pihak berwenang di 85 wilayah Rusia, termasuk republik otonom Yahudi tempat para pekerja ambulans mogok bekerja itu, dalam beberapa bulan terakhir memerintahkan pekerja negara bagian dan sektor jasa untuk mendapatkan vaksin. Pasalnya, vaksinasi sukarela gagal mencapai kekebalan kawanan.

Menurut Nabat, 27 petugas ambulans antivaksin itu dimintai keterangan oleh jaksa yang meminta mereka untuk mengisi kuesioner tentang persyaratan vaksin. Pengawas kesehatan federal Roszdravnadzor berencana untuk mengejar para profesional medis anti-vaksin untuk penuntutan pidana berdasarkan undang-undang 2020 yang menghukum penyebaran informasi palsu tentang Covid dengan hukuman hingga 5 tahun penjara.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ketika Paris Lebih Panas...
Ketika Paris Lebih Panas dari Makkah, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Gelombang Panas Sengat...
Gelombang Panas Sengat Eropa, 18 Orang Tewas di Prancis
Program Binawan Eropa...
Program Binawan Eropa Antarkan 36 Perawat Indonesia Berkarier di Eropa
Negosiator Iran dan...
Negosiator Iran dan AS Bertemu di Jenewa untuk Babak Baru Pembicaraan Demi Akhiri Perang
Venezuela Luluh Lantak...
Venezuela Luluh Lantak Diguncang 2 Gempa Dahsyat, Ini Pemicunya?
Rekomendasi
PP 20 Tahun 2026: Langkah...
PP 20 Tahun 2026: Langkah Besar Menuju Keadilan Pajak bagi UMKM Orang Pribadi
Sejarah! Cape Verde...
Sejarah! Cape Verde Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026 usai Tahan Arab Saudi
Babak Pertama: Arab...
Babak Pertama: Arab Saudi vs Cape Verde Imbang Tanpa Gol, Blue Sharks Sementara di Jalur Lolos
Berita Terkini
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
6 Petani Diculik Tentara...
6 Petani Diculik Tentara Israel di Lebanon Selatan
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
AS Kembali Serang Iran,...
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved