Terima Telepon Evakuasi, 4 Perempuan Afghanistan Tewas Dibunuh
Sabtu, 06 November 2021 - 23:07 WIB
loading...
A
A
A
“Dia juga seorang aktivis perempuan, sangat terkenal di kota ini,” imbuhnya.
Sumber itu mengatakan bahwa tiga minggu lalu dia sendiri menerima telepon dari seseorang yang berpura-pura menawarkan bantuan dalam usahanya untuk mendapatkan keselamatan di luar negeri.
Baca juga: Putus Asa, Ayah di Afghanistan Jual Anak Perempuannya Rp31 Juta Buat Beli Makan
“Dia tahu semua informasi tentang saya, meminta saya untuk mengirimkan dokumen saya, ingin saya mengisi kuesioner, berpura-pura menjadi pejabat kantor saya yang bertugas memberikan info ke AS untuk evakuasi saya,” ungkapnya.
Setelah curiga dia memblokir penelepon, dan sekarang hidup dalam ketakutan. Dia terkejut ketika dia mendengar tentang pembunuhan itu.
"Saya sudah takut," katanya. “Kesehatan mental saya tidak baik saat ini. Saya selalu takut seseorang mungkin datang ke pintu saya, membawa saya ke suatu tempat dan menembak saya,” ujarnya.
Taliban, yang merebut kekuasaan di Afghanistan pada Agustus setelah perang 20 tahun melawan bekas pemerintah yang didukung Amerika Serikat (AS), adalah gerakan Islam yang sangat konservatif.
Sumber itu mengatakan bahwa tiga minggu lalu dia sendiri menerima telepon dari seseorang yang berpura-pura menawarkan bantuan dalam usahanya untuk mendapatkan keselamatan di luar negeri.
Baca juga: Putus Asa, Ayah di Afghanistan Jual Anak Perempuannya Rp31 Juta Buat Beli Makan
“Dia tahu semua informasi tentang saya, meminta saya untuk mengirimkan dokumen saya, ingin saya mengisi kuesioner, berpura-pura menjadi pejabat kantor saya yang bertugas memberikan info ke AS untuk evakuasi saya,” ungkapnya.
Setelah curiga dia memblokir penelepon, dan sekarang hidup dalam ketakutan. Dia terkejut ketika dia mendengar tentang pembunuhan itu.
"Saya sudah takut," katanya. “Kesehatan mental saya tidak baik saat ini. Saya selalu takut seseorang mungkin datang ke pintu saya, membawa saya ke suatu tempat dan menembak saya,” ujarnya.
Taliban, yang merebut kekuasaan di Afghanistan pada Agustus setelah perang 20 tahun melawan bekas pemerintah yang didukung Amerika Serikat (AS), adalah gerakan Islam yang sangat konservatif.
Lihat Juga :