Curi Rahasia Dagang Penerbangan, AS Hukum Mata-mata China 60 Tahun Penjara
Sabtu, 06 November 2021 - 16:47 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Departemen Kehakiman AS, Xu dihukum karena berkonspirasi dan mencoba melakukan spionase ekonomi serta pencurian rahasia dagang.
"Di antara rahasia dagang yang coba dicuri Xu atas nama China adalah teknologi yang terkait dengan kipas mesin pesawat komposit GE Aviation, yang belum pernah diduplikasi oleh perusahaan lain di dunia," kata Departemen Kehakiman AS seperti dikutip dari CBS News.
Jaksa mengatakan dia membayar pakar industri, setidaknya mulai Desember 2013, untuk melakukan perjalanan ke China dengan kedok memberikan presentasi universitas tentang materi pelajaran mereka.
Beroperasi di bawah nama alias, Xu menargetkan pakar penerbangan di AS dan luar negeri, termasuk seorang insinyur GE Aviation di Cincinnati, Ohio. Insinyur tersebut melakukan perjalanan ke China pada Mei 2017 untuk memberikan presentasi dan bertemu Xu, yang membayar biaya perjalanan dan uang saku karyawan itu. Insinyur GE, yang tidak lagi bekerja untuk perusahaan dan tidak didakwa melakukan kejahatan, membawa dokumen rahasia perusahaan bersamanya.
Baca juga: Barat Tuding Taliban Rekrut Mata-mata Siber China untuk Intai Warga Afghanistan
"Di antara rahasia dagang yang coba dicuri Xu atas nama China adalah teknologi yang terkait dengan kipas mesin pesawat komposit GE Aviation, yang belum pernah diduplikasi oleh perusahaan lain di dunia," kata Departemen Kehakiman AS seperti dikutip dari CBS News.
Jaksa mengatakan dia membayar pakar industri, setidaknya mulai Desember 2013, untuk melakukan perjalanan ke China dengan kedok memberikan presentasi universitas tentang materi pelajaran mereka.
Beroperasi di bawah nama alias, Xu menargetkan pakar penerbangan di AS dan luar negeri, termasuk seorang insinyur GE Aviation di Cincinnati, Ohio. Insinyur tersebut melakukan perjalanan ke China pada Mei 2017 untuk memberikan presentasi dan bertemu Xu, yang membayar biaya perjalanan dan uang saku karyawan itu. Insinyur GE, yang tidak lagi bekerja untuk perusahaan dan tidak didakwa melakukan kejahatan, membawa dokumen rahasia perusahaan bersamanya.
Baca juga: Barat Tuding Taliban Rekrut Mata-mata Siber China untuk Intai Warga Afghanistan
Lihat Juga :