Pesawat Antariksa NASA Rp4,7 Triliun Siap Tabrak Asteroid Demi Selamatkan Bumi

Sabtu, 06 November 2021 - 05:30 WIB
loading...
Pesawat Antariksa NASA...
Pesawat antariksa NASA akan tabrak asteroid untuk selamatkan bumi. Foto/dart.jhuapl.edu
A A A
WASHINGTON - Persiapan akhir sedang berlangsung di Amerika Serikat (AS) saat NASA bersiap meluncurkan pesawat ruang angkasa yang ditakdirkan sengaja bertabrakan dengan asteroid dalam kecepatan tinggi.

Kecelakaan yang disengaja itu akan menjadi ujian misi "pertahanan planet" NASA.

Bertujuan mengetahui apakah mungkin melindungi Bumi dari objek luar angkasa yang berpotensi berbahaya, NASA mengirim pesawat ruang angkasa untuk mencoba mengubah jalur asteroid dengan menabrakkannya ke batu asteroid yang melaju kencang.

Baca juga: Iran Akui Punya 25 Kg Uranium Pengayaan 60%, Barat Makin Khawatir

Disebut Uji Pengalihan Asteroid Ganda (DART), misi yang bernilai USD330 juta (Rp4,7 triliun) ini merupakan bagian dari program "pertahanan planet" skala besar.

Baca juga: Profil Ayah Sultan Hassanal Bolkiah, Gencarkan Pendidikan Islam di Brunei

Meskipun telah membelokkan batuan antariksa yang mengancam Bumi hanya secara virtual, sekarang wahana antariksa nyata akan dikirim sekitar 6,8 juta mil jauhnya dari Bumi untuk menabrak asteroid.

Baca juga: Kota Judi Terbesar di Dunia, Tawarkan Hiburan dan Permainan Mendebarkan

“Mendeteksi batuan luar angkasa yang berpotensi mengancam adalah kunci menjaga planet kita tetap aman,” papar Pejabat Pertahanan Planet NASA Lindley Johnson kepada wartawan dalam briefing online pada Kamis (4/11/2021).

Dia menambahkan, "Kami tidak ingin berada dalam situasi di mana asteroid menuju Bumi dan kemudian harus menguji kemampuan ini."

Untuk menantang keefektifan menembak asteroid, para insinyur telah mengerjakan pesawat luar angkasa yang akan segera mereka jatuhkan selama lebih dari satu dekade.

Dijadwalkan akan diluncurkan dengan roket SpaceX Falcon 9 dari pangkalannya di California pada 23 November, pesawat antariksa diharapkan mencapai asteroid targetnya pada akhir September tahun depan.

Bepergian dengan kecepatan 24.000 km per jam, DART akan bertabrakan dengan asteroid berusia 4,5 miliar tahun, Dimorphos.

Digambarkan sebagai "campuran butiran halus batu dan logam bersama-sama," Dimorphos berdiameter sekitar 160 meter.

Pada jarak sekitar 1,2 kilometer, Dimorphos mengorbit asteroid yang lebih besar, Didymos, dengan diameter kira-kira setinggi gedung tertinggi di dunia, Burj Khalifa.

Pesawat antariksa DART akan memiliki berat sekitar 550 kilogram pada saat tumbukan.

“Tabrakan itu tidak akan menghancurkan asteroid tetapi hanya memberikan dorongan kecil, untuk membelokkan jalurnya,” ungkap para ilmuwan.

Dampak kinetik dan dampak langsungnya direncanakan diamati menggunakan teleskop berbasis darat dan juga melalui satelit yang dilengkapi kamera mini yang akan dikeluarkan pesawat ruang angkasa sebelum tumbukan.

Para ilmuwan kemudian akan memiliki lebih banyak pengetahuan tentang apakah pengalihan dimungkinkan dan berapa banyak waktu yang dibutuhkan untuk mencegah bencana nyata.

Menurut para astronom, saat ini ada sekitar 25.000 asteroid dekat Bumi, yang cukup besar untuk menyebabkan kehancuran regional jika mereka menabrak planet kita.

Asteroid yang lebih kecil, berukuran sekitar satu meter, menyerang atmosfer bumi setiap pekan.

Tak hanya itu, Bumi juga dibombardir berton-ton partikel debu dan pasir dari luar angkasa setiap hari.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Wanita Ini Dihujat karena...
Wanita Ini Dihujat karena Sebut Islam Organisasi Teroris, Sekarang Malah Dapat Donasi Rp2,5 Miliar
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
Delegasi Iran Berangkat...
Delegasi Iran Berangkat ke Swiss Negosiasi dengan AS, Perang Bakal Berakhir?
Trump Sebut Aset Iran...
Trump Sebut Aset Iran Akan Dikendalikan AS, Ini Respons Keras Teheran
Rekomendasi
Selamatkan Petani, Peran...
Selamatkan Petani, Peran DSI dalam Tata Niaga Sawit Disebut Perlu Evaluasi Ulang
Membangun Revolusi Pembiayaan...
Membangun Revolusi Pembiayaan Sosial Nasional Tanpa Membebani APBN
Haul Akbar Ploso, Gus...
Haul Akbar Ploso, Gus Muhaimin: Jangan Hanya Menonton, Santri Harus Jadi Solusi Bangsa
Berita Terkini
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
Infografis
Asteroid Besar Meluncur...
Asteroid Besar Meluncur Kencang Menuju Bumi, NASA Siaga Satu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved