Kelompok Simpatisan ISIS Bantai 60 Penduduk Desa di Niger
Jum'at, 05 November 2021 - 04:16 WIB
loading...
Kelompok simpatisan ISIS membantai 60 penduduk desa di Niger. Foto/BBC
A
A
A
NIAMEY - Setidaknya 60 orang dilaporkan tewas dalam serangan yang dilakukan oleh kelompook simpatisan ISIS di daerah terpencil barat daya Niger .
Insiden tersebut terjadi awal pekan ini di daerah terpencil yang berbatasan dengan Burkina Faso dan Mali, namun kabar tersebut tampaknya baru muncul belakangan ini.
"Anggota bersenjata berat dari afiliasi ISIS lokal telah menyerang pasukan pertahanan lokal yang dikenal sebagai Komite Kewaspadaan," kantor berita setempat melaporkan mengutip pejabat Niger yang dinukil Russia Today, Jumat (5/11/2021).
Baca juga: Terungkap, Tentara dan Mata-mata yang Dilatih AS Gabung ISIS untuk Lawan Taliban
Kelompok pertahanan itu dipimpin langsung oleh kepala desa Banibangou, yang termasuk di antara 60 orang yang tewas.
"Sembilan orang masih hilang dan 15 lolos dari pembantaian," kata seorang politisi lokal kepada AFP.
Zakari Karidjo, wakil pemerintah distrik Banibangou, menggambarkan insiden itu sebagai bentrokan, dan mengatakan kedua belah pihak menderita kerugian. Sementara Marsadou Soumaila, seorang pejabat di daerah tetangga Ouallam, mengkonfirmasi kematian pemimpin desa itu kepada Reuters.
Insiden tersebut terjadi awal pekan ini di daerah terpencil yang berbatasan dengan Burkina Faso dan Mali, namun kabar tersebut tampaknya baru muncul belakangan ini.
"Anggota bersenjata berat dari afiliasi ISIS lokal telah menyerang pasukan pertahanan lokal yang dikenal sebagai Komite Kewaspadaan," kantor berita setempat melaporkan mengutip pejabat Niger yang dinukil Russia Today, Jumat (5/11/2021).
Baca juga: Terungkap, Tentara dan Mata-mata yang Dilatih AS Gabung ISIS untuk Lawan Taliban
Kelompok pertahanan itu dipimpin langsung oleh kepala desa Banibangou, yang termasuk di antara 60 orang yang tewas.
"Sembilan orang masih hilang dan 15 lolos dari pembantaian," kata seorang politisi lokal kepada AFP.
Zakari Karidjo, wakil pemerintah distrik Banibangou, menggambarkan insiden itu sebagai bentrokan, dan mengatakan kedua belah pihak menderita kerugian. Sementara Marsadou Soumaila, seorang pejabat di daerah tetangga Ouallam, mengkonfirmasi kematian pemimpin desa itu kepada Reuters.
Lihat Juga :