Canggih, Balon Udara di Langit Israel Ini Ternyata Sistem Deteksi Rudal Musuh

Kamis, 04 November 2021 - 08:42 WIB
loading...
Canggih, Balon Udara...
Balon udara Israel yang diterbangkan di langit wilayah utara untuk mendeteksi rudal musuh dari jarak jauh. Foto/Kementerian Pertahanan Israel
A A A
TEL AVIV - Sebuah balon udara di terbangkan di langit wilayah utara Israel . Itu bukan balon sembarangan, melainkan sistem pengintai udara canggih yang mampu mendeteksi rudal musuh dari jarak jauh.

Balon udara pendeteksi misil asing ini semakin memperkuat pertahanan udaran Israel karena memberikan kemampuan peringatan dini tambahan terhadap setiap ancaman udara yang masuk.

Baca juga: Jenderal Tertinggi Pentagon: Dunia Kini Miliki 3 Kekuatan Besar, AS Ditantang

"Setelah bertahun-tahun pengembangan dan pembuatan, Organisasi Pertahanan Rudal Israel (IMDO) di Direktorat R&D Pertahanan Kementerian Pertahanan telah memulai operasi inflasi awal balon," kata Kementerian Pertahanan Israel dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir The Jerusalem Post, Kamis (4/11/2021).

Senjata pertahanan berupa balon udara ini dikenal sebagai High Availability Aerostat System (HAAS). Sistem tersebut dikembangkan oleh perusahaan Amerika Serikat; TCOM, yang mengkhususkan diri dalam solusi pengawasan aerostat.

Sistem baru itu adalah salah satu yang terbesar di dunia dan dirancang untuk membawa sistem sensor yang ditingkatkan untuk memberikan deteksi dan peringatan dini ancaman tingkat lanjut.

“Dalam beberapa uji terbang yang dilakukan dalam beberapa bulan terakhir, kami telah menunjukkan kemampuan luar biasa dari pertahanan rudal multitier Israel, termasuk terhadap rudal jelajah,” kata direktur IMDO Moshe Patel.

“IMDO dan MDA [Badan Pertahanan Rudal dari Departemen Pertahanan AS], bersama dengan IAF [Angkatan Udara Israel] dan industri pertahanan, terus meningkatkan kemampuan deteksi ancaman Israel. Sistem aerostat ini akan melayang di ketinggian dan memberikan kemampuan deteksi multiarah yang luar biasa terhadap ancaman tingkat lanjut," papar Patel.

Sistem Elevated Sensor (ES) terdiri dari HAAS dan radar canggih, yang dirancang untuk mendeteksi ancaman yang masuk dari jarak jauh saat beroperasi di ketinggian. "Yang akan memberikan deteksi tambahan dan kemampuan peringatan dini ke rangkaian deteksi pertahanan udara operasional yang ada yang ditempatkan di sekitar Israel,” imbuh pernyataan Kementerian Pertahanan Israel.

Israel sebenarnya sudah dilindungi sistem pertahanan berlapis, yakni Iron Dome yang dirancang untuk menembak jatuh roket dan drone jarak pendek, sistem Arrow yang mencegat rudal balistik di luar atmosfer bumi, dan sistem pertahanan rudal David’s Sling yang dirancang untuk mencegat rudal balistik taktis, roket jarak menengah hingga jarak jauh, dan rudal jelajah yang ditembakkan pada jarak 40 km hingga 300 km.

Baca juga: Heboh Posting Twitter Sebut Erdogan Meninggal, Polisi Turki Turun Tangan

Israel juga memiliki baterai rudal Patriot yang ditempatkan di wilayah utara dan telah menggunakannya untuk mencegat pesawat tak berawak yang menyusup ke wilayah udara Israel dari Suriah.

Selama perang Gaza pada bulan Mei, Angkatan Udara Israel menembak jatuh sebuah pesawat tak berawak buatan Iran yang terbang ke wilayah udara Israel di dekat kota utara Beit She'an.

IAF juga bekerja untuk menerapkan payung pertahanan penuh dan permanen di wilayah utara, dengan rencana untuk memperluas ke seluruh negeri.

Saat ini, ada beberapa sistem pertahanan udara tetap yang dilengkapi dengan baterai mobile.

Komandan IAF Mayor Jenderal Amikam Norkin berkata, “IAF memiliki sistem pertahanan dan serangan untuk membela Negara Israel dan kedaulatannya."

“Sistem ES akan menjadi komponen penting dalam memperkuat kemampuan kami untuk mempertahankan perbatasan negara dari berbagai ancaman dan akan memungkinkan kami untuk membangun gambaran pengawasan udara yang lebih akurat dan lebih luas,” katanya lagi.

“Sensor yang ditinggikan adalah contoh bagus lain dari kerja sama antara Badan Pertahanan Rudal, IMDO, dan mitra industri. Teknologi dan penelitian yang dikembangkan bersama adalah manfaat bagi kedua negara. Selain itu, sistem ini akan semakin meningkatkan kemampuan deteksi ancaman canggih Israel untuk mempertahankan keunggulan militer kualitatif Israel,” imbuh direktur MDA, Jon Hill.

“Sistem ES memberikan keunggulan teknologi dan operasional yang signifikan untuk deteksi ancaman dini dan tepat,” kata presiden dan CEO Israel Aerospace Industries Boaz Levy.

"Teknologi ini meningkatkan keandalan gambar pengawasan udara, dan meningkatkan efisiensi terhadap berbagai target.”

Bulan lalu, Menteri Pertahanan Benny Gantz mengungkapkan lokasi pangkalan udara Iran yang katanya digunakan untuk melatih proksi regional Teheran untuk mengoperasikan drone canggih seperti yang ditembak jatuh pada Mei.

“Iran telah menciptakan ‘utusan terorisme’ di bawah naungan tentara teror terorganisir yang membantunya mencapai tujuan ekonomi, politik, dan militernya. Iran sedang mencoba untuk mentransfer pengetahuannya yang akan memungkinkan Irak, Suriah, dan Lebanon–juga di Jalur Gaza–untuk menghasilkan UAV canggih,” katanya.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
Jenderal Iran Peringatkan...
Jenderal Iran Peringatkan Pasukan Israel: Tinggalkan Lebanon atau Diusir Secara Memalukan!
Iran Jawab Ancaman Trump:...
Iran Jawab Ancaman Trump: AS Sebaiknya Berhati-hati!
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
6 Tentara Israel Tewas...
6 Tentara Israel Tewas dalam 3 Hari Terakhir Akibat Sergapan Hizbullah
Israel Bunuh Jurnalis...
Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera dalam Serangan Udara di Gaza, Menuduhnya Milisi Hamas
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
Dampak Kunjungan Trump,...
Dampak Kunjungan Trump, China Perketat Pembatasan Aktivis dan Pengawasan Domestik
Catat! Biaya Visa Masuk...
Catat! Biaya Visa Masuk Jepang Naik 5 Kali Lipat, Jadi Rp1,7 Juta
Rekomendasi
MyPertamina Gelar Program...
MyPertamina Gelar Program Pesta Bola, Tingkatkan Engagement melalui Ekosistem Digital
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Mangrove di Kawasan Pesisir Jakarta Terus Diperkuat
APHI Dorong Pemegang...
APHI Dorong Pemegang PBPH Manfaatkan Permenhut untuk Kembangkan Proyek Karbon
Berita Terkini
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
Infografis
Saat Ini, Musuh Terberat...
Saat Ini, Musuh Terberat Israel Adalah Kelompok Houthi Yaman
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved