Cerita Kim Jong-un Pilih Sendiri 25 Gadis Perawan sebagai Pleasure Squad-nya
Jum'at, 03 Mei 2024 - 10:07 WIB
loading...
Yeonmi Park (foto kanan), pembelot perempuan Korea Utara klaim Kim Jong-un pilih sendiri 25 gadis perawan setiap tahun untuk dijadikan Pleasure Squad-nya. Foto/REUTERS/News18
A
A
A
SEOUL - Yeonmi Park, remaja putri yang melarikan diri dari Korea Utara (Korut), mengungkap hal-hal sensasional tentang pemimpin negaranya; Kim Jong-un.
Mengutip laporan dari Mirror, Jumat (3/5/2024) pembelot perempuan itu mengeklaim bahwa Kim Jong-un memilih 25 gadis perawan setiap tahun untuk dijadikan "Pleasure Squad"-nya.
"Pleasure Squad" adalah istilah yang merujuk pada kelompok perempuan muda yang dipilih secara khusus untuk menghibur pejabat tinggi di Korea Utara.
Menurut klaim Park, para gadis perawan dipilih berdasarkan penampilan dan loyalitas politik mereka. Dia mengaku pernah dia dibina dua kali untuk "Pleasure Squad" Kim Jong-un tetapi pada akhirnya tidak dipilih karena status keluarganya.
Baca Juga: Menelisik Dugaan Kim Jong-un Diam-diam Bantu Iran Serang Israel
"Mereka mengunjungi setiap ruang kelas dan bahkan pergi ke halaman sekolah kalau-kalau mereka merindukan seseorang yang cantik," kata Park.
"Begitu mereka menemukan gadis-gadis cantik, hal pertama yang mereka lakukan adalah memeriksa status keluarga dan status politik mereka," lanjut pembelot perempuan tersebut.
Mengutip laporan dari Mirror, Jumat (3/5/2024) pembelot perempuan itu mengeklaim bahwa Kim Jong-un memilih 25 gadis perawan setiap tahun untuk dijadikan "Pleasure Squad"-nya.
"Pleasure Squad" adalah istilah yang merujuk pada kelompok perempuan muda yang dipilih secara khusus untuk menghibur pejabat tinggi di Korea Utara.
Menurut klaim Park, para gadis perawan dipilih berdasarkan penampilan dan loyalitas politik mereka. Dia mengaku pernah dia dibina dua kali untuk "Pleasure Squad" Kim Jong-un tetapi pada akhirnya tidak dipilih karena status keluarganya.
Baca Juga: Menelisik Dugaan Kim Jong-un Diam-diam Bantu Iran Serang Israel
"Mereka mengunjungi setiap ruang kelas dan bahkan pergi ke halaman sekolah kalau-kalau mereka merindukan seseorang yang cantik," kata Park.
"Begitu mereka menemukan gadis-gadis cantik, hal pertama yang mereka lakukan adalah memeriksa status keluarga dan status politik mereka," lanjut pembelot perempuan tersebut.
Lihat Juga :