Israel Takut Dimasukkan Daftar Hitam PBB karena Genosida di Gaza
Kamis, 02 Mei 2024 - 21:15 WIB
loading...
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres. Foto/REUTERS
A
A
A
TEL AVIV - Ketakutan semakin meningkat di Israel mengenai masuknya negara kolonial itu ke dalam daftar hitam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai salah satu negara yang merugikan anak-anak di zona konflik.
Rezim apartheid Israel semakin khawatir setelah sejumlah pernyataan yang dibuat Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres tentang serangan brutal di Jalur Gaza, yang menewaskan hampir 34.600 orang, yang sebagian besar adalah anak-anak dan perempuan, menurut laporan lembaga penyiaran publik KAN.
Laporan dijadwalkan akan dirilis bulan depan oleh Perwakilan Khusus PBB untuk Anak-anak dan Konflik Bersenjata, Virginia Gamba, mengenai situasi anak-anak di zona konflik, yang kemungkinan akan mencakup Israel di antara entitas yang melanggar hak-hak anak.
Menurut KAN, para pejabat Israel sedang berjuang di belakang layar untuk membujuk PBB agar memperbaiki apa yang mereka sebut “banyak ketidakakuratan” dalam rancangan laporan tersebut.
Jika ditambahkan, Israel akan terdaftar bersama kelompok teroris seperti Negara Islam (ISIS atau Daesh), Al-Qaeda, dan Boko Haram.
Rezim apartheid Israel semakin khawatir setelah sejumlah pernyataan yang dibuat Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres tentang serangan brutal di Jalur Gaza, yang menewaskan hampir 34.600 orang, yang sebagian besar adalah anak-anak dan perempuan, menurut laporan lembaga penyiaran publik KAN.
Laporan dijadwalkan akan dirilis bulan depan oleh Perwakilan Khusus PBB untuk Anak-anak dan Konflik Bersenjata, Virginia Gamba, mengenai situasi anak-anak di zona konflik, yang kemungkinan akan mencakup Israel di antara entitas yang melanggar hak-hak anak.
Menurut KAN, para pejabat Israel sedang berjuang di belakang layar untuk membujuk PBB agar memperbaiki apa yang mereka sebut “banyak ketidakakuratan” dalam rancangan laporan tersebut.
Jika ditambahkan, Israel akan terdaftar bersama kelompok teroris seperti Negara Islam (ISIS atau Daesh), Al-Qaeda, dan Boko Haram.
Lihat Juga :