China Perintahkan Warganya Timbun Sembako, Ada Apa?

Rabu, 03 November 2021 - 03:15 WIB
loading...
China Perintahkan Warganya...
Perintah untuk menimbun sembako membuat warga China panik. Foto/Ilustrasi
A A A
BEIJING - Kementerian Perdagangan China mendesak rakyat negara itu untuk menimbun kebutuhan sehari-hari yang diperlukan untuk memenuhi kehidupan sehari-hari dan keadaan darurat. Pengumunan ini tentu saja menimbulkan kepanikan di tengah warga China di tengah melonjaknya harga sayuran terkait dengan cuaca ekstrem baru-baru ini, kekhawatiran kekurangan pasokan dan wabah COVID-19 yang sedang berlangsung.

Sebuah pemberitahuan yang diposting di situs web kementerian pada Senin malam itu juga mendesak pihak berwenang setempat untuk menstabilkan harga.

Kementerian Perdagangan China mengatakan pemerintah setempat harus membeli sayuran yang dapat disimpan dengan baik sebelumnya dan juga memperkuat jaringan pengiriman darurat.

"Informasi tentang harga dan penawaran dan permintaan komoditas harus dirilis pada waktu yang tepat untuk menstabilkan ekspektasi masyarakat," tambahnya seperti dikutip dari The Guardian, Rabu (3/11/2021).

Ini memicu beberapa kekhawatiran dan spekulasi, termasuk yang terkait dengan meningkatnya ketegangan dengan Taiwan . Tagar terkait dilihat lebih dari 18 juta kali.

Baca juga: Diserbu 8 Pesawat Militer China, Taiwan Kerahkan Jet Tempur

"Begitu berita ini keluar, semua orang tua di dekat saya menjadi panik dan membeli di supermarket," tulis seorang pengguna di Weibo.

Melihat respons masyarakat, media pemerintah China pun mendesak agar tetap tenang. Seorang pejabat senior Kementerian Perdagangan China, Zhu Xiaoliang mengatakan kepada penyiar stasiun televisi pemerintah CCTV bahwa pasokan kebutuhan sehari-hari cukup di mana-mana. Berbagai penjelasan pun muncul atas pemberitahuan tersebut.

Beberapa mengatakan Departemen Perdagangan China sering mengeluarkan peringatan seperti itu pada minggu-minggu sebelum hari libur nasional sementara People's Daily mengatakan kementerian telah mengeluarkan instruksinya awal tahun ini karena bencana alam, lonjakan harga sayuran dan kasus COVID baru-baru ini.

The Economic Daily, sebuah surat kabar yang didukung negara, memperingatkan warga agar tidak memiliki imajinasi yang terlalu aktif tetapi juga mengatakan arahan itu terkait dengan wabah dan untuk memastikan setiap orang siap jika terjadi penguncian atau lockdown.

Sekitar 500 kasus varian Delta telah tercatat setidaknya di 16 dari 31 provinsi di China. Pihak berwenang telah memberlakukan penguncian lokal, menghentikan pergerakan dan perjalanan, serta meluncurkan pengujian massal. Pada hari Minggu lebih dari 30.000 orang dilarang meninggalkan Disneyland Shanghai sampai mereka semua diuji, setelah satu kasus terdeteksi pada seorang wanita yang mungkin telah berkunjung ke wahana itu.

Baca juga: 1 Turis Positif, Shanghai Disneyland Gelar Tes Covid-19 untuk 34.000 Pengunjung

Meski sudah diyakinkan, beberapa warga masih skeptis. Seorang pengguna Weibo berkomentar bahwa tidak ada peringatan untuk persediaan di awal pandemi 2020.

“Ini adalah pertama kalinya pemberitahuan pengingat seperti itu dikeluarkan!! Aku sedikit takut,” serunya.

"Ini jelas bukan pengingat biasa," kata netizen lain. “Mengingatkan kita untuk menimbun pasti akan membuat penawaran dan permintaan pasar tidak stabil, fluktuasi harga, dan menyebabkan kepanikan di antara beberapa orang. Ini sangat mungkin menjadi situasi khusus,” sambungnya.

Cuaca ekstrem bulan lalu menghancurkan tanaman di sentra tanaman sayuran terbesar di China, Shandong, mengancam upaya tahun ini untuk meningkatkan pasokan sebelum liburan tahun baru Imlek pada awal tahun depan.

Indeks harga sayuran di Shouguang, pusat perdagangan di Shandong, pada pekan lalu menunjukkan harga mentimun, bayam, dan brokoli naik lebih dari dua kali lipat dari awal Oktober. Bayam lebih mahal daripada beberapa potongan daging babi pada USD2,60 per kg.

Meskipun harga telah mereda dalam beberapa hari terakhir, para ekonom memperkirakan kenaikan inflasi harga konsumen tahun-ke-tahun yang signifikan untuk Oktober, yang pertama dalam lima bulan.

Menurut laporan TV pemerintah pada hari Senin China juga berencana untuk melepaskan cadangan sayuran pada waktu yang tepat untuk melawan kenaikan harga. Tidak jelas sayuran apa yang disimpan China dan seberapa besar cadangannya.

Baca juga: Ilmuwan China Dipenjara karena Pamer Kemaluan dan Masturbasi di Depan 3 Wanita
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
Biksu Buddha di China...
Biksu Buddha di China Dilaporkan Ditahan usai Peringati Peristiwa Tiananmen
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
AS Kembali Gempur Iran...
AS Kembali Gempur Iran Usai Insiden Helikopter Apache di Selat Hormuz
Heli Militer Mi-17 Pakistan...
Heli Militer Mi-17 Pakistan Jatuh, 22 Tentara Tewas termasuk 3 Perwira
Rekomendasi
Unjuk Rasa Mahasiswa...
Unjuk Rasa Mahasiswa Bubar, Polisi Mulai Buka Jalan Jenderal Sudirman Arah Bundaran HI
Stafsus Menag Tinjau...
Stafsus Menag Tinjau GKJ Nusukan Solo, Jamin Kebebasan Beribadah
Sertifikasi RSPO Kunci...
Sertifikasi RSPO Kunci Akses Pasar dan Penguatan Petani Sawit Swadaya
Berita Terkini
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved