Israel Ingin Kalahkan Iran, Tiru Langkah Reagan terhadap Soviet

Senin, 01 November 2021 - 13:06 WIB
loading...
Israel Ingin Kalahkan...
Perdana Menteri Israel Naftali Bennett ingin mengalahkan Iran dengan meniru langkah Ronald Reagan terhadap Uni Soviet di masa silam. Foto/REUTERS
A A A
TEL AVIV - Perdana Menteri (PM) Israel Naftali Bennett mengatakan negaranya sedang dalam perang dingin dengan Iran . Dia ingin mengalahkan rezim Teheran dengan cara yang sama seperti yang dilakukan Presiden AS Ronald Reagan terhadap Uni Soviet di masa silam.

“Kami memiliki perang dingin dengan Iran. Selama 30 tahun terakhir Iran memposisikan diri di sekitar kita untuk mengalihkan perhatian kita,” kata Bennett kepada Sunday Times, yang dilansir Senin (1/11/2021).



“Paralelnya adalah apa yang dilakukan Reagan. Reagan tidak perlu mengebom Moskow. Ada kekuatan regional yang disebut Iran dan ada kekuatan regional yang disebut Israel," paparnya.

"Iran adalah rezim yang busuk, melanggar hak asasi manusia dan membunuh kaum homoseksual dan wanita yang berkeliaran tanpa busana, sementara mereka bahkan tidak dapat memasok air bersih untuk warganya, tetapi menginvestasikan sumber daya mereka dalam pengembangan nuklir,” lanjut PM Bennett.

Bennett memperingatkan bahwa Iran akan menghadapi implikasi yang sangat serius jika mereka terus memperkaya uranium.

"Israel akan melakukan apa pun yang diperlukan untuk menetralisir ancaman Teheran, termasuk dengan membelanjakan uang negara untuk pertahanan agar tetap selangkah maju di depan."

Pernyataan Bennett menggemakan versi sejarah yang dipublikasikan secara luas yang didorong oleh sejarawan konservatif AS, yang mengeklaim bahwa Reagan mengalahkan Uni Soviet dengan secara besar-besaran membangun anggaran pertahanan dan meluncurkan Inisiatif Pertahanan Strategis (SDI) "Star Wars" untuk menciptakan sistem pertahanan terhadap rudal nuklir Soviet.



Upaya itu diklaim telah membantu membuat ekonomi Soviet bangkrut dan mengakhiri Perang Dingin.

Namun, narasi seperti itu tidak dimiliki oleh banyak sejarawan Rusia, yang telah menunjukkan bahwa pengeluaran pertahanan Soviet sebenarnya menurun drastis selama tahun 1980-an. Sementara para ilmuwan dan ahli strategi pertahanan mengembangkan “respons asimetris” terhadap SDI, termasuk peningkatan rudal strategis, meningkatkan kemampuan manuver mereka, dan menetralisir stasiun SDI di luar angkasa.

Pada saat itulah penelitian intensif dimulai pada sistem hipersonik yang masih baru—yang mulai digunakan Rusia modern pada tahun 2017 setelah penarikan AS dari Perjanjian Rudal Anti-Balistik pada tahun 2002.

Alih-alih Reagan, sebagian besar sejarawan Rusia menyalahkan pihak atas kepemimpinan Soviet, yang dipimpin oleh Mikhail Gorbachev, karena mengkhianati kepentingan nasional Uni Soviet dan akhirnya menyebabkan kehancurannya.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
5 Negara Islam dengan...
5 Negara Islam dengan Militer Terkuat di Dunia, Ada Pemilik Hulu Ledak Nuklir hingga Musuh Israel
Inilah 4 Negara NATO...
Inilah 4 Negara NATO yang Pro Israel, Siapa Saja Itu?
Mengapa Banyak Umat...
Mengapa Banyak Umat Islam Tinggal di Israel? Ini Analisisnya
Heboh, Menhan AS Pete...
Heboh, Menhan AS Pete Hegseth Pamer Tato Bertuliskan Kafir
Putin Sebut AS Serius...
Putin Sebut AS Serius Ingin Caplok Greenland, Ini yang Dikhawatirkan Rusia
Houthi Yaman Tembakkan...
Houthi Yaman Tembakkan Rudal ke Israel dan Kapal Induk Nuklir AS
Era Hubungan Dekat Kanada-AS...
Era Hubungan Dekat Kanada-AS Sudah Berakhir, Seteru 2 Sekutu NATO Memanas
Kemlu RI : Belum Ada...
Kemlu RI : Belum Ada Informasi WNI Jadi Korban Gempa Myanmar
Profil Paetongtarn Shinawatra,...
Profil Paetongtarn Shinawatra, PM Thailand yang Pernah Jadi Pelayan Restoran
Rekomendasi
H-3 Lebaran, 88.000...
H-3 Lebaran, 88.000 Unit Kendaraan Lintasi Tol Cipali Menuju Jateng
Menhub: Puncak Arus...
Menhub: Puncak Arus Mudik Lebaran 2025 Terjadi Hari Ini dan Besok
Jalur Pantura Demak...
Jalur Pantura Demak Terendam Banjir Rob, Arus Mudik Tersendat
Berita Terkini
4.500 Orang Diamputasi...
4.500 Orang Diamputasi di Gaza, Termasuk 800 Anak-anak dan 540 Wanita
2 jam yang lalu
Gempa 7,7 Skala Richter...
Gempa 7,7 Skala Richter Guncang Myanmar, Ini 3 Fakta tentang Sesar Sagaing
4 jam yang lalu
Korban Gempa Myanmar...
Korban Gempa Myanmar Bertambah, 144 Orang Tewas dan 730 Terluka
6 jam yang lalu
Gedung 30 Lantai Roboh...
Gedung 30 Lantai Roboh Akibat Gempa di Bangkok, Pekerja Ungkap Cerita Mengerikan Lolos dari Maut
7 jam yang lalu
Gempa Besar 7,7 SR,...
Gempa Besar 7,7 SR, Gedung Pencakar Langit di Bangkok Roboh
8 jam yang lalu
Gempa Besar, Listrik...
Gempa Besar, Listrik dan Internet Padam di Myanmar, Situasi Mulai Membaik di Thailand
8 jam yang lalu
Infografis
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Militer Dahsyat terhadap Houthi
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved