Pengacara Inggris Atur Evakuasi Puluhan Hakim Wanita untuk Kabur dari Afghanistan
Minggu, 31 Oktober 2021 - 23:00 WIB
loading...
A
A
A
Monasa Naseri (33), yang tiba bersama suaminya, juga seorang hakim, dan anggota keluarga lainnya, mengatakan: “Tidak ada orang di pesawat yang tidak menangis. Kami telah berpindah dari satu tempat ke tempat lain selama dua bulan dan ketakutan. Ayah saya sangat tertekan sehingga saya pikir dia akan mati”.
Baca: Pemimpin Tertinggi Taliban Akhundzada Tampil Perdana di Depan Publik
Dua saudara yatim piatu, Wali (18) dan Wahab (19), juga ikut dalam penerbangan itu. Ibu mereka, Qadria Yasini, salah satu hakim Mahkamah Agung wanita pertama Afghanistan, dibunuh pada bulan Januari silam.
Kennedy adalah Direktur hak asasi manusia untuk Asosiasi Pengacara Internasional, yang melatih pengacara dan hakim wanita di Afghanistan. Sebagai bagian dari proses evakuasi, dia juga mengawasi pembuatan rumah aman di Kabul dan kota Mazar-i-Sharif.
“Sekitar 100 hakim perempuan lainnya masih terjebak di Afghanistan, dan karena biaya asuransi, dibutuhkan tambahan USD1,3 juta untuk mengevakuasi mereka dengan aman,” ujar Kennedy.
Baca: Pemimpin Tertinggi Taliban Akhundzada Tampil Perdana di Depan Publik
Dua saudara yatim piatu, Wali (18) dan Wahab (19), juga ikut dalam penerbangan itu. Ibu mereka, Qadria Yasini, salah satu hakim Mahkamah Agung wanita pertama Afghanistan, dibunuh pada bulan Januari silam.
Kennedy adalah Direktur hak asasi manusia untuk Asosiasi Pengacara Internasional, yang melatih pengacara dan hakim wanita di Afghanistan. Sebagai bagian dari proses evakuasi, dia juga mengawasi pembuatan rumah aman di Kabul dan kota Mazar-i-Sharif.
“Sekitar 100 hakim perempuan lainnya masih terjebak di Afghanistan, dan karena biaya asuransi, dibutuhkan tambahan USD1,3 juta untuk mengevakuasi mereka dengan aman,” ujar Kennedy.
(esn)
Lihat Juga :