Pengacara Inggris Atur Evakuasi Puluhan Hakim Wanita untuk Kabur dari Afghanistan

Minggu, 31 Oktober 2021 - 23:00 WIB
loading...
Pengacara Inggris Atur...
Warga Afghanistan yang ingin melarikan diri dari Kabul. FOTO/Reuters
A A A
LONDON - Seorang pengacara veteran Inggris , Baroness Kennedy, berhasil mengumpulkan lebih dari USD1,3 juta untuk membantu ratusan hakim wanita yang berisiko di Afghanistan melarikan diri ke Eropa bersama keluarga mereka. Ia telah memesan dan mengatur penerbangan evakuasi dari Kabul ke Athena.

Pesawat pertama yang disewa oleh Kennedy tiga minggu lalu mengangkut 26 hakim wanita dan anggota keluarga mereka. Lalu, dua penerbangan berikutnya membawa 375 orang, termasuk 77 hakim wanita. Katerina Sakellaropoulou, presiden Yunani dan mantan hakim, dibujuk oleh Kennedy untuk menerima keluarga tersebut. Pemerintah Georgia juga mengizinkan transit mereka.

Baca: Taliban: Jika Kami Terus Tidak Diakui, Akan Berdampak bagi Dunia

“Wanita-wanita ini berada dalam bahaya maut. Mereka mengadili hal-hal seperti kekerasan dalam rumah tangga dan pernikahan anak, dan banyak dari mereka mengurung Taliban,” kata Kennedy, seperti dikutip dari Arab News, Sabtu (30/10/2021)

“Begitu Taliban kembali, mereka harus melarikan diri. Kami telah mendorong para wanita ini (untuk mengejar hukum) dan sekarang mereka dalam bahaya. Jika setiap negara dengan hati nurani dapat mengambil 10 keluarga, itu akan sangat bagus,” lanjutnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Apa Arti Las Malvinas...
Apa Arti 'Las Malvinas Son Argentinas'? Slogan yang Dikibarkan Timnas Argentina Ternyata Menyimpan Luka Sejarah 200 Tahun
Kronologi Venezuela...
Kronologi Venezuela Simpan 31 Ton Emas di Bank of England tapi Tak Bisa Diambil
Inggris Akan Larang...
Inggris Akan Larang Penggunaan Media Sosial saat Malam Hari
Inggris Semakin Ditekan...
Inggris Semakin Ditekan untuk Kembalikan 31 Ton Emas Venezuela
Pendiri Telegram: Uni...
Pendiri Telegram: Uni Eropa Berubah Menjadi Republik Pisang
Ini Reaksi 9 Pemimpin...
Ini Reaksi 9 Pemimpin Negara NATO setelah Menerima Hadiah Pistol dari Erdogan
Canda Bahlil ke Nusron...
Canda Bahlil ke Nusron Wahid Berkacamata Hitam, Sedih Inggris Kalah vs Argentina
Heboh! Polisi Geledah...
Heboh! Polisi Geledah Rumah Eks Wamen, 375 Kg Emas Batangan Ditemukan
500 Lebih Pengungsi...
500 Lebih Pengungsi Rohingya Dikhawatirkan Tewas akibat Kapal Tenggelam
Rekomendasi
Antisipasi Risiko Sosial...
Antisipasi Risiko Sosial Tambang, Perusahaan Didorong Terapkan Standar Keberlanjutan Global
Sejarah Rashdul Kiblat:...
Sejarah Rashdul Kiblat: Metode Penentuan Arah Kiblat Warisan Abu Rahyan Al-Biruni
Purbaya Tarik Dana SAL,...
Purbaya Tarik Dana SAL, BTN Siap Kembalikan Rp38 Triliun
Berita Terkini
Balas AS, Iran Ancam...
Balas AS, Iran Ancam Serang Habis-habisan Infrastruktur Regional
Trump Tuduh China Ikut...
Trump Tuduh China Ikut Campur Pemilu AS: Kompromi Data Terbesar dalam Sejarah!
China Investasikan Rp900...
China Investasikan Rp900 Triliun untuk Pelabuhan Afrika, Analis Soroti Risiko Utang
Ini 2 Kapal Induk dan...
Ini 2 Kapal Induk dan 22 Kapal Perang AS yang Blokade Iran
Media China Gambarkan...
Media China Gambarkan Orang Filipina sebagai Monyet, Manila Marah
Wapres AS JD Vance:...
Wapres AS JD Vance: Epstein Terhubung dengan Level Tertinggi CIA dan Mossad
Infografis
Untuk Lawan Rusia, AS...
Untuk Lawan Rusia, AS Kirim 90 Rudal Patriot dari Israel ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved