Bumi Hangus, 160 Bangunan Terbakar Akibat Serangan Roket Tentara Myanmar

Minggu, 31 Oktober 2021 - 07:52 WIB
loading...
A A A
Dia mengatakan gerilyawan berlindung di rumah-rumah di kota dan membakarnya saat mereka melarikan diri, menghalangi bala bantuan dari pemerintah untuk memadamkan api dengan menembaki mereka.

Dia menambahkan bahwa tidak mungkin membawa pemadam kebakaran dari Ibu Kota negara bagian, Hakha, karena sebuah jembatan di jalan yang menghubungkan kota-kota itu telah diledakkan pada 21 Oktober.

"Tidak perlu dikatakan siapa yang meledakkan jembatan. Video-video ini dapat ditemukan di media penghancur negara," kata Zaw Min Thin, mengacu pada video yang beredar luas di video sosial yang menunjukkan beberapa bahan peledak yang diledakkan di jembatan tersebut.

Dia menggambarkan urutan peristiwa sebagai "plot yang disengaja."

Baca juga: Sayangkan Sikap Myanmar, Jokowi Dukung Keputusan ASEAN

Pernyataan dari Organisasi Hak Asasi Manusia Chin menyatakan keprihatinan bahwa apa yang terjadi mungkin hanya merupakan awal dari serangan besar pemerintah yang dikenal sebagai “Operasi Anawrahta.” Junta Myanmar sendiri belum mengakui rencana tersebut.

“Tingginya jumlah pasukan yang dikirim ke negara bagian Chin dalam beberapa hari dan minggu terakhir benar-benar belum pernah terjadi sebelumnya. Mereka membawa kehancuran dan kematian,” kata kelompok hak asasi manusia itu.

Kelompok ini menyerukan tindakan segera di pihak Dewan Keamanan PBB untuk membantu mencegah kekejaman massal sebelum terjadi.
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Diduga Bantu Pemberontak...
Diduga Bantu Pemberontak Myanmar, India Tangkap Tentara Bayaran Ukraina dan AS
Jejak China dalam Konflik...
Jejak China dalam Konflik Myanmar: dari Ekspor Revolusi hingga Kartu Geopolitik
Junta Myanmar Makin...
Junta Myanmar Makin Kuat dengan Dukungan China, Oposisi Melemah
10 Negara yang Mengubah...
10 Negara yang Mengubah Nama Mereka, Alasannya Sangat Beragam
Junta Myanmar Usir Diplomat...
Junta Myanmar Usir Diplomat Timor-Leste karena Buka Kasus Kejahatan Perang
Sudah Bisa Ditebak,...
Sudah Bisa Ditebak, Partai Pro-militer Myanmar Menang Pemilu
Viral Dua WNI Diduga...
Viral Dua WNI Diduga Disekap di Myanmar, Polri Lakukan Koordinasi
Feri Tua Membawa 133...
Feri Tua Membawa 133 Orang Terbalik di Pantai Atlantik, 66 Orang Masih Hilang
Wali Kota New York Mamdani...
Wali Kota New York Mamdani Diancam Bunuh gegara Bela Palestina-Kecam Israel
Rekomendasi
Richard Lee Sebut Barang...
Richard Lee Sebut Barang Bukti di Persidangan Bukan Produknya
Kemenhut Bangun Rumah...
Kemenhut Bangun Rumah untuk Warga Terdampak Bencana Aceh Tamiang
Gugatan terhadap Waketum...
Gugatan terhadap Waketum dan Sekjen PPP Dicabut, Kader Pilih Fokus Konsolidasi Partai
Berita Terkini
IRGC: Serangan Rudal...
IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
Menteri Israel Gabung...
Menteri Israel Gabung 4.000 Massa Yahudi Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa 10.000 Orang Mengungsi, Spanyol Nyatakan Darurat Nasional
Seorang Pangeran Arab...
Seorang Pangeran Arab Saudi Tewas di Hotel Kensington usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Infografis
21 Orang Tewas Akibat...
21 Orang Tewas Akibat Serangan Rudal Balistik Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved