Peringati Tragedi Tiananmen, Warga Hong Kong Nyalakan Lilin
Kamis, 04 Juni 2020 - 13:15 WIB
loading...
A
A
A
Uni Eropa pada hari Rabu mendesak China untuk mengizinkan orang-orang di Hong Kong dan Makau, kota semi-otonom lainnya, untuk memperingati tragedi tersebut, dengan mengatakan itu akan menjadi sinyal bahwa kebebasan terus dilindungi.
Sementara Taiwan meminta China untuk meminta maaf, sebuah seruan yang langsung ditolak oleh Kementerian Luar Negeri China sebagai "omong kosong." (Baca: Taiwan Desak China Minta Maaf atas Pembantaian Lapangan Tiananmen )
“Di China, setiap tahun hanya memiliki 364 hari; suatu hari dilupakan,” kata Presiden Taiwan Tsai Ing-wen menulis di halaman Facebook-nya.
"Saya berharap bahwa di setiap sudut bumi tidak akan ada hari yang hilang lagi. Dan saya berharap Hong Kong baik-baik saja," imbuhnya.
Sedangkan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) mengatakan bahwa mereka berduka atas para korban.
"Kami mendukung rakyat China yang terus bercita-cita untuk pemerintah yang melindungi hak asasi manusia, kebebasan mendasar, dan martabat dasar manusia," kata Departemen Luar Negeri AS.
Sementara Taiwan meminta China untuk meminta maaf, sebuah seruan yang langsung ditolak oleh Kementerian Luar Negeri China sebagai "omong kosong." (Baca: Taiwan Desak China Minta Maaf atas Pembantaian Lapangan Tiananmen )
“Di China, setiap tahun hanya memiliki 364 hari; suatu hari dilupakan,” kata Presiden Taiwan Tsai Ing-wen menulis di halaman Facebook-nya.
"Saya berharap bahwa di setiap sudut bumi tidak akan ada hari yang hilang lagi. Dan saya berharap Hong Kong baik-baik saja," imbuhnya.
Sedangkan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) mengatakan bahwa mereka berduka atas para korban.
"Kami mendukung rakyat China yang terus bercita-cita untuk pemerintah yang melindungi hak asasi manusia, kebebasan mendasar, dan martabat dasar manusia," kata Departemen Luar Negeri AS.
(ber)
Lihat Juga :