Teken Kontrak dengan Setan dan Tumbalkan 2 Perempuan, Remaja Inggris Dibui 35 Tahun
Jum'at, 29 Oktober 2021 - 17:55 WIB
loading...
A
A
A
"Hanya korbankan wanita, bangun kuil untukmu, lakukan semua yang telah aku janjikan," bunyi sambungan dari tulisan itu.
Sebagai bagian dari kesepakatan, Hussein menulis bahwa dia berharap untuk memenangkan Mega Millions Super Jackpot dan tidak pernah dicurigai melakukan kejahatan apa pun oleh polisi.
Jaksa Oliver Glasgow QC, dalam pidato penutupnya, mengatakan kepada juri: “Mengingat bobot bukti yang memberatkannya, hanya seseorang yang benar-benar percaya bahwa kesepakatan dengan iblis akan berhasil yang dapat menolak untuk menerima aspek apa pun dari kasus yang melawannya”.
“Mungkin dia masih percaya bahwa Lucifuge Rofocale akan membantunya, tapi sayangnya untuk terdakwa, tidak ada kesepakatan yang bisa didapat di pengadilan ini dan iblis (jika dia ada di mana pun) ada di detailnya”, tambahnya.
Hussein, yang tidak memberikan bukti, mengklaim bahwa dia bukan orang yang mengetuk pintu rumah ayahnya dan diizinkan masuk. Ia juga mengklaim bahwa bukan dia yang membeli satu set pisau di supermarket beberapa hari sebelum pembunuhan.
"Dannyal Hussein adalah individu yang berbahaya, arogan, dan kejam yang sejak awal tidak menunjukkan penyesalan atau menerima semua tindakannya," ucap Inspektur Detektif Maria Green.
Baca juga: Pria Berpisau Mengamuk, Bunuh 7 Orang Termasuk Pejabat Partai Komunis China
Selama persidangan, Hussein, yang muncul dari tautan video dari penjara Belmarsh, duduk menyamping di kursinya dan menatap ke luar jendela. Namun tindakannya itu justru dicela oleh orang tua korban yang menganggapnya sebagai sebuah perjunjukkan untuk mendapatkan simpati.
"Itu adalah pertunjukan yang dirancang untuk mendapatkan simpati atau untuk mendorong keyakinan bahwa ada sesuatu yang salah dengannya. Tidak ada yang salah dengannya. Dia hanya seorang manusia yang menyebalkan," ujar ibu dari Bibaa dan Nicole, Mina Smallman.
Pembunuhan terjadi selama lockdown periode pertama dan, dengan pub serta restoran tutup, Bibaa dan saudaranya memilih untuk merayakan ulang tahun Bibaa di taman dengan sekitar 10 teman.
Mereka secara brutal ditikam sampai mati pada dini hari tanggal 6 Juni 2020 setelah teman-teman mereka pergi dan pasangan itu menari serta bermain dengan lampu dalam kegelapan.
Sebagai bagian dari kesepakatan, Hussein menulis bahwa dia berharap untuk memenangkan Mega Millions Super Jackpot dan tidak pernah dicurigai melakukan kejahatan apa pun oleh polisi.
Jaksa Oliver Glasgow QC, dalam pidato penutupnya, mengatakan kepada juri: “Mengingat bobot bukti yang memberatkannya, hanya seseorang yang benar-benar percaya bahwa kesepakatan dengan iblis akan berhasil yang dapat menolak untuk menerima aspek apa pun dari kasus yang melawannya”.
“Mungkin dia masih percaya bahwa Lucifuge Rofocale akan membantunya, tapi sayangnya untuk terdakwa, tidak ada kesepakatan yang bisa didapat di pengadilan ini dan iblis (jika dia ada di mana pun) ada di detailnya”, tambahnya.
Hussein, yang tidak memberikan bukti, mengklaim bahwa dia bukan orang yang mengetuk pintu rumah ayahnya dan diizinkan masuk. Ia juga mengklaim bahwa bukan dia yang membeli satu set pisau di supermarket beberapa hari sebelum pembunuhan.
"Dannyal Hussein adalah individu yang berbahaya, arogan, dan kejam yang sejak awal tidak menunjukkan penyesalan atau menerima semua tindakannya," ucap Inspektur Detektif Maria Green.
Baca juga: Pria Berpisau Mengamuk, Bunuh 7 Orang Termasuk Pejabat Partai Komunis China
Selama persidangan, Hussein, yang muncul dari tautan video dari penjara Belmarsh, duduk menyamping di kursinya dan menatap ke luar jendela. Namun tindakannya itu justru dicela oleh orang tua korban yang menganggapnya sebagai sebuah perjunjukkan untuk mendapatkan simpati.
"Itu adalah pertunjukan yang dirancang untuk mendapatkan simpati atau untuk mendorong keyakinan bahwa ada sesuatu yang salah dengannya. Tidak ada yang salah dengannya. Dia hanya seorang manusia yang menyebalkan," ujar ibu dari Bibaa dan Nicole, Mina Smallman.
Pembunuhan terjadi selama lockdown periode pertama dan, dengan pub serta restoran tutup, Bibaa dan saudaranya memilih untuk merayakan ulang tahun Bibaa di taman dengan sekitar 10 teman.
Mereka secara brutal ditikam sampai mati pada dini hari tanggal 6 Juni 2020 setelah teman-teman mereka pergi dan pasangan itu menari serta bermain dengan lampu dalam kegelapan.
Lihat Juga :