Tak Hiraukan Tekanan Internasional, Militer Sudan Tangkap 3 Aktivis Pro Demokrasi
Rabu, 27 Oktober 2021 - 17:30 WIB
loading...
A
A
A
Kamel mengatakan al-Silaik ditahan beberapa saat setelah dia memberikan wawancara kepada penyiar satelit yang berbasis di Qatar, Al-Jazeera. Dalam wawancara itu, dia mengkritik pengambilalihan militer, menyebut Hamdok dan pemerintahannya sebagai administrasi sah Sudan.
Baca: Militer Sudan Lakukan Kudeta, AS Bekukan Bantuan Ekonomi Rp9,9 Triliun
"Apa yang dilakukan Jenderal Burhan adalah kudeta total. Orang-orang akan menanggapi ini dalam beberapa hari mendatang," kata al-Silaik, seperti dikutip dari AP, Rabu (27/10/2021).
Ketiganya telah mengkritik pengambilalihan militer secara blak-blakan. Puluhan ribu warga Sudan yang turun ke jalan dalam dua hari terakhir menyerukan kembalinya pemerintahan Hamdok. Pasukan keamanan yang menghadapi pengunjuk rasa menewaskan sedikitnya empat orang dan melukai lebih dari 140 lainnya dalam dua hari terakhir.
Orang kuat baru di Sudan, Jenderal Abdel-Fattah Burhan, telah berjanji untuk mengadakan pemilihan, seperti yang direncanakan, pada Juli 2023, dan untuk sementara itu menunjuk pemerintahan teknokrat. Tetapi, para kritikus meragukan bahwa militer serius pada akhirnya menyerahkan kendali kepada pemerintahan sipil.
Baca: Militer Sudan Lakukan Kudeta, AS Bekukan Bantuan Ekonomi Rp9,9 Triliun
"Apa yang dilakukan Jenderal Burhan adalah kudeta total. Orang-orang akan menanggapi ini dalam beberapa hari mendatang," kata al-Silaik, seperti dikutip dari AP, Rabu (27/10/2021).
Ketiganya telah mengkritik pengambilalihan militer secara blak-blakan. Puluhan ribu warga Sudan yang turun ke jalan dalam dua hari terakhir menyerukan kembalinya pemerintahan Hamdok. Pasukan keamanan yang menghadapi pengunjuk rasa menewaskan sedikitnya empat orang dan melukai lebih dari 140 lainnya dalam dua hari terakhir.
Orang kuat baru di Sudan, Jenderal Abdel-Fattah Burhan, telah berjanji untuk mengadakan pemilihan, seperti yang direncanakan, pada Juli 2023, dan untuk sementara itu menunjuk pemerintahan teknokrat. Tetapi, para kritikus meragukan bahwa militer serius pada akhirnya menyerahkan kendali kepada pemerintahan sipil.
(esn)
Lihat Juga :