Tak Hiraukan Tekanan Internasional, Militer Sudan Tangkap 3 Aktivis Pro Demokrasi

Rabu, 27 Oktober 2021 - 17:30 WIB
loading...
Tak Hiraukan Tekanan...
Militer Sudan tangkap 3 aktivis pro demokrasi. FOTO/Reuters
A A A
KAIRO - Pasukan keamanan Sudan menahan tiga tokoh pro-demokrasi terkemuka. Penahanan dilakukan meski tekanan internasional terus meningkat pada militer negara itu untuk menghentikan kudeta yang dilakukan awal pekan ini.

Penangkapan terjadi pada Selasa (26/10/2021) malam di ibu kota Khartoum. Penangkapan terjadi beberapa jam setelah militer mengizinkan Perdana Menteri yang digulingkan, Abdalla Hamdok dan istrinya untuk pulang.

Baca: Jenderal Tertinggi Sudan Sebut Kudeta untuk Cegah Perang Saudara

Aktivis yang ditangkap adalah Ismail al-Taj, seorang pemimpin Asosiasi Profesional Sudan, kelompok di garis depan protes yang menjatuhkan al-Bashir. Aktivis lainnya yang juga ditangkap adalah Sediq al-Sadiq al-Mahdi, seorang pemimpin partai politik terbesar di Sudan, yang dikenal sebagai Umma dan saudara Menteri Luar Negeri Mariam al-Mahdi.

Satu aktivis lainnya adalah Khalid al-Silaik, mantan penasihat medial perdana menteri. Penangkapan tiga aktivis itu dibenarkan oleh istri Al-Silaik, Marwa Kamel, dan aktivis Nazim Siraj dan Nazik Awad.

Kamel mengatakan al-Silaik ditahan beberapa saat setelah dia memberikan wawancara kepada penyiar satelit yang berbasis di Qatar, Al-Jazeera. Dalam wawancara itu, dia mengkritik pengambilalihan militer, menyebut Hamdok dan pemerintahannya sebagai administrasi sah Sudan.

Baca: Militer Sudan Lakukan Kudeta, AS Bekukan Bantuan Ekonomi Rp9,9 Triliun

"Apa yang dilakukan Jenderal Burhan adalah kudeta total. Orang-orang akan menanggapi ini dalam beberapa hari mendatang," kata al-Silaik, seperti dikutip dari AP, Rabu (27/10/2021).

Ketiganya telah mengkritik pengambilalihan militer secara blak-blakan. Puluhan ribu warga Sudan yang turun ke jalan dalam dua hari terakhir menyerukan kembalinya pemerintahan Hamdok. Pasukan keamanan yang menghadapi pengunjuk rasa menewaskan sedikitnya empat orang dan melukai lebih dari 140 lainnya dalam dua hari terakhir.

Orang kuat baru di Sudan, Jenderal Abdel-Fattah Burhan, telah berjanji untuk mengadakan pemilihan, seperti yang direncanakan, pada Juli 2023, dan untuk sementara itu menunjuk pemerintahan teknokrat. Tetapi, para kritikus meragukan bahwa militer serius pada akhirnya menyerahkan kendali kepada pemerintahan sipil.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dibantu Tentara Rusia,...
Dibantu Tentara Rusia, Mali Sukses Gagalkan Kudeta Militer
UEA Bayar Tentara Bayaran...
UEA Bayar Tentara Bayaran Kolombia untuk Membantu Militan Sudan Bunuh Warga Sipil
China Isi Kekosongan...
China Isi Kekosongan Militer di Benua Afrika, Penjualan Senjata Melonjak
Putra Mahkota Arab Saudi...
Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman Surati 'Sheikh Mata-mata' UEA soal Yaman dan Sudan
Siapa Yoweri Museveni?...
Siapa Yoweri Museveni? Mantan Bintang Pop yang Sudah Berkuasa 40 Tahun di Uganda
Israel Jadi Negara Pertama...
Israel Jadi Negara Pertama di Dunia yang Mengakui Somaliland
Tanda-tanda Lempeng...
Tanda-tanda Lempeng Tektonik Baru Lahir di Afrika Ditemukan
Ayah dan Anak Diselamatkan...
Ayah dan Anak Diselamatkan Setelah 4 Hari Terkubur Reruntuhan Bangunan Pasca-gempa Venezuela
Ukraina Minta ke Rusia...
Ukraina Minta ke Rusia Perang Dibatasi di 4 Wilayah Saja, Terpojok?
Rekomendasi
Polri Kini Punya 54...
Polri Kini Punya 54 Jenderal Baru pada 2026 usai Kapolri Berikan Kenaikan Pangkat
Vladimir Petkovic Melawan...
Vladimir Petkovic Melawan Mantan
Sinopsis Microdrama...
Sinopsis Microdrama The Extraordinary House of Broken Hearts Eksklusif di V+Short
Berita Terkini
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Pasukan Keamanan Gaza...
Pasukan Keamanan Gaza Gagalkan Penyelundupan Narkoba Besar-besaran oleh Geng Antek Israel
Media Asing Soroti Nasib...
Media Asing Soroti Nasib Nadiem Divonis 10 Tahun Penjara: Eks Bos Gojek yang Dinyatakan Korupsi
Menteri Israel Usulkan...
Menteri Israel Usulkan Rencana Relokasi Gaza yang Libatkan Mossad
Pria Ini Bunuh Pacar,...
Pria Ini Bunuh Pacar, tapi Tewas Serangan Jantung saat Buang Mayat Korban
Infografis
3 Bandara Ini Kembali...
3 Bandara Ini Kembali Mendapatkan Status Internasional
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved