Inilah Kisah Sang Raja Bandit Paling Ditakuti di India, Menyerahkan Diri Bak Pahlawan
Rabu, 27 Oktober 2021 - 10:23 WIB
loading...
A
A
A
Panjiar mengatakan, “Singh adalah kisah klasik Chambal, seorang pria muda kasta rendah yang mengatakan dia mengambil senjata untuk kehormatan diri dan perlindungan diri serta untuk membalas dendam terhadap penyiksanya, seorang pria kasta atas."
Selama hampir sepekan, Panjiar menggunakan Pentax dan kamera pinjaman Nikon untuk merekam beberapa rol film tentang geng bandit itu. Beberapa gambar langka ini muncul dalam karya barunya berjudul That which Is Unseen.
Penyerahan diri Singh akhirnya terjadi di depan puluhan ribu orang pada Juni lalu. Di antara syarat-syarat lainnya, Singh telah merundingkan bahwa tidak ada anggota gengnya yang dapat dijatuhi hukuman mati.
"Dia datang seperti pahlawan penakluk. Tinggi dan kurus, mengenakan seragam polisi yang telah dia lawan selama bertahun-tahun, perpisahan raja perampok Malkhan Singh dengan senjatanya di kota Bhind di utara Madhya Pradesh disaksikan 30.000 orang yang terpesona bak kemenangan Romawi," ungkap laporan majalah India Today.
Singh memiliki selera humor yang kering, kenang Panjiar. Setelah dia menyerah, para jurnalis mengganggunya dengan pertanyaan stok dalam bahasa Hindi, "Aap ko kaisa lag raha hai? (Bagaimana perasaanmu sekarang?)"
Singh akan mengulangi kalimat yang sama ketika dia bertemu Panjiar dan rekan-rekannya.
Pada akhirnya, Malkhan dan anggota gengnya dihukum karena beberapa kejahatan yang dituduhkan kepada mereka, dan dikirim ke "penjara terbuka" di negara bagian tersebut.
Singh menghabiskan beberapa tahun di penjara.
Sekarang Singh berusia 78 tahun. Dia telah mengejar karir di bidang politik, berkampanye dalam beberapa tahun terakhir untuk Partai nasionalis Hindu Bharatiya Janata Party (BJP) yang berkuasa.
"Saya bukan perampok. Saya 'baagi' (pemberontak), yang mengangkat senjata untuk kehormatan diri dan perlindungan diri. Saya tahu siapa perampok sejati dan juga tahu bagaimana menghadapinya," ujar dia pada 2019.
Prashant Panjiar adalah fotografer dan penulis asal India terkemuka. Karya terbarunya, That which Is Unseen (Navajivan Trust).
Selama hampir sepekan, Panjiar menggunakan Pentax dan kamera pinjaman Nikon untuk merekam beberapa rol film tentang geng bandit itu. Beberapa gambar langka ini muncul dalam karya barunya berjudul That which Is Unseen.
Penyerahan diri Singh akhirnya terjadi di depan puluhan ribu orang pada Juni lalu. Di antara syarat-syarat lainnya, Singh telah merundingkan bahwa tidak ada anggota gengnya yang dapat dijatuhi hukuman mati.
"Dia datang seperti pahlawan penakluk. Tinggi dan kurus, mengenakan seragam polisi yang telah dia lawan selama bertahun-tahun, perpisahan raja perampok Malkhan Singh dengan senjatanya di kota Bhind di utara Madhya Pradesh disaksikan 30.000 orang yang terpesona bak kemenangan Romawi," ungkap laporan majalah India Today.
Singh memiliki selera humor yang kering, kenang Panjiar. Setelah dia menyerah, para jurnalis mengganggunya dengan pertanyaan stok dalam bahasa Hindi, "Aap ko kaisa lag raha hai? (Bagaimana perasaanmu sekarang?)"
Singh akan mengulangi kalimat yang sama ketika dia bertemu Panjiar dan rekan-rekannya.
Pada akhirnya, Malkhan dan anggota gengnya dihukum karena beberapa kejahatan yang dituduhkan kepada mereka, dan dikirim ke "penjara terbuka" di negara bagian tersebut.
Singh menghabiskan beberapa tahun di penjara.
Sekarang Singh berusia 78 tahun. Dia telah mengejar karir di bidang politik, berkampanye dalam beberapa tahun terakhir untuk Partai nasionalis Hindu Bharatiya Janata Party (BJP) yang berkuasa.
"Saya bukan perampok. Saya 'baagi' (pemberontak), yang mengangkat senjata untuk kehormatan diri dan perlindungan diri. Saya tahu siapa perampok sejati dan juga tahu bagaimana menghadapinya," ujar dia pada 2019.
Prashant Panjiar adalah fotografer dan penulis asal India terkemuka. Karya terbarunya, That which Is Unseen (Navajivan Trust).
(sya)
Lihat Juga :