Solidaritas untuk George Floyd, Selebritas Kutuk Aksi Rasisme di AS
Kamis, 04 Juni 2020 - 07:08 WIB
loading...
A
A
A
Selebritas seperti Rihanna, Katy Perry, Britney Spears, dan Kylie Jenner mengunggah foto hitam polos di media sosial sebagai simbol protes. Bintang NBA, termasuk Le Bron James dan Steph Curry, juga mengunggah foto serupa. Begitu pun dengan halaman resmi NBA yang menyertakan tagar #NBA To gether.
Perusahaan streaming musik Spotify Technology menampilkan trek hening selama 8 menit 46 detik pada podcast dan play list. Apple Music juga melakukan refleksi dan rencana aksi mendukung seniman, pencipta, dan komunitas warga kulit hitam. Puluhan seniman juga mengecam kematian Floyd dan rasisme.
Sebagai respons terhadap kerusuhan, Presiden AS Donald Trump mengerahkan ribuan tentara bersenjata lengkap dari Garda Nasional untuk mengendalikan situasi di berbagai wilayah, terutama Washington.
Demo itu berlangsung selama delapan hari dan sempat diwarnai berbagai kerusuhan dan penjarahan toko. Tentara Garda Nasional telah berbaris di dekat Gedung Putih pekan ini. Sebelumnya, Trump mengancamakan menggunakan ke kuatan militer untuk membubarkan masa jika diperlukan. Meski ditakut-takuti, jumlah massa tidak berkurang, justru bertambah dan meluas hingga diperkirakan mencapai 10.000 orang. “Kerusuhan adalah salah satu bentuk terorisme domestik,” kata Trump. (Lihat Videonya: Jembatan Ambruk, Satu Pekerja Tewas)
Trump mengaku marah dengan kematian Floyd. Namun, dia juga tidak membenarkan aksi anarkisme. Para pengunjuk rasa dituduh telah berupaya merusak Lincoln Monument dan gereja bersejarah. Trump kemudian meminta agar pengunjuk rasa mampu berdemo secara damai dan tidak menyebarkan teror. (Muh Shamil)
Perusahaan streaming musik Spotify Technology menampilkan trek hening selama 8 menit 46 detik pada podcast dan play list. Apple Music juga melakukan refleksi dan rencana aksi mendukung seniman, pencipta, dan komunitas warga kulit hitam. Puluhan seniman juga mengecam kematian Floyd dan rasisme.
Sebagai respons terhadap kerusuhan, Presiden AS Donald Trump mengerahkan ribuan tentara bersenjata lengkap dari Garda Nasional untuk mengendalikan situasi di berbagai wilayah, terutama Washington.
Demo itu berlangsung selama delapan hari dan sempat diwarnai berbagai kerusuhan dan penjarahan toko. Tentara Garda Nasional telah berbaris di dekat Gedung Putih pekan ini. Sebelumnya, Trump mengancamakan menggunakan ke kuatan militer untuk membubarkan masa jika diperlukan. Meski ditakut-takuti, jumlah massa tidak berkurang, justru bertambah dan meluas hingga diperkirakan mencapai 10.000 orang. “Kerusuhan adalah salah satu bentuk terorisme domestik,” kata Trump. (Lihat Videonya: Jembatan Ambruk, Satu Pekerja Tewas)
Trump mengaku marah dengan kematian Floyd. Namun, dia juga tidak membenarkan aksi anarkisme. Para pengunjuk rasa dituduh telah berupaya merusak Lincoln Monument dan gereja bersejarah. Trump kemudian meminta agar pengunjuk rasa mampu berdemo secara damai dan tidak menyebarkan teror. (Muh Shamil)
(ysw)
Lihat Juga :