Baru Dibebaskan, 110 Aktivis Myanmar Ditangkap Lagi oleh Junta Militer
Sabtu, 23 Oktober 2021 - 15:37 WIB
loading...
A
A
A
Namun menurut AAPP, setidaknya 110 dari mereka yang diampuni telah ditangkap kembali, menurut AAPP. "Beberapa ditangkap kembali begitu mereka tiba di rumah," sebut pernyataan AAPP, Jumat (22/10/2021), seperti dikutip dari Straistimes.
Baca: Oposisi Myanmar Senang KTT ASEAN Depak Jenderal Min Aung Hlaing
"Beberapa orang lain diberitahu bahwa mereka ada dalam daftar yang dibebaskan. Lalu, dibawa ke pintu keluar penjara, hanya untuk dibawa kembali ke penjara dengan tuduhan tambahan," lanjut pernyataan tersebut.
Pihak berwenang Myanmar membebaskan lebih dari 2.000 pengunjuk rasa anti-kudeta dari penjara di seluruh negeri pada bulan Juni, termasuk wartawan yang kritis terhadap pemerintah militer. Mereka yang masih ditahan termasuk jurnalis Amerika Danny Fenster, yang telah ditahan sejak ditangkap pada 24 Mei.
Amnesti terbaru dikeluarkan ketika militer di bawah tekanan yang meningkat, terutama dari ASEAN. Pekan lalu, ASEAN memutuskan untuk mengecualikan pemimpin junta Min Aung Hlaing dari pertemuan puncak blok 10 negara yang akan datang karena keraguan tentang komitmennya untuk meredakan krisis berdarah.
Baca: Oposisi Myanmar Senang KTT ASEAN Depak Jenderal Min Aung Hlaing
"Beberapa orang lain diberitahu bahwa mereka ada dalam daftar yang dibebaskan. Lalu, dibawa ke pintu keluar penjara, hanya untuk dibawa kembali ke penjara dengan tuduhan tambahan," lanjut pernyataan tersebut.
Pihak berwenang Myanmar membebaskan lebih dari 2.000 pengunjuk rasa anti-kudeta dari penjara di seluruh negeri pada bulan Juni, termasuk wartawan yang kritis terhadap pemerintah militer. Mereka yang masih ditahan termasuk jurnalis Amerika Danny Fenster, yang telah ditahan sejak ditangkap pada 24 Mei.
Amnesti terbaru dikeluarkan ketika militer di bawah tekanan yang meningkat, terutama dari ASEAN. Pekan lalu, ASEAN memutuskan untuk mengecualikan pemimpin junta Min Aung Hlaing dari pertemuan puncak blok 10 negara yang akan datang karena keraguan tentang komitmennya untuk meredakan krisis berdarah.
(esn)
Lihat Juga :