Jaksa AS Sangkal Narasi Pria Perkosa Wanita di Kereta yang Malah Ditonton Penumpang Lain

Sabtu, 23 Oktober 2021 - 04:33 WIB
loading...
Jaksa AS Sangkal Narasi Pria Perkosa Wanita di Kereta yang Malah Ditonton Penumpang Lain
Fiston Ngoy, imigran ilegal asal Kongo, tersangka pemerkosa wanita di kereta komuter di AS. Kasus ini jadi sorotan di AS karena para penumpang disebut hanya menonton kejadian itu. Foto/Toronto Sun
A A A
DELAWARE COUNTY - Narasi bahwa para penumpang hanya menonton saat seorang pria memerkosa wanita di kereta komuter di pinggiran kota Philadelphia, Amerika Serikat (AS), pekan lalu adalah salah. Hal itu disampaikan jaksa setempat yang sekaligus menyangkal keterangan polisi.

Jaksa Distrik Delaware County Jack Stollsheimer mengatakan selama konferensi pers bahwa para penumpang lain di kereta tidak hadir selama 40 menit kejadian pada 13 Oktober 2021 dan mungkin tidak mengerti apa yang mereka lihat.

Baca juga: Miris, Seorang Wanita Diperkosa di Kereta dan Penumpang Lain Hanya Menonton

“Orang-orang turun di setiap [stasiun] pemberhentian,” kata Stollsheimer. "Itu tidak berarti ketika mereka masuk dan mereka melihat orang-orang berinteraksi bahwa mereka tahu pemerkosaan sedang terjadi," ujarnya, seperti dikutip AP, Jumat (22/10/2021).

Penilaian ulang Stollsteimer tentang video pengawasan atau CCTV dan permohonan keterangan dari para saksi datang setelah berhari-hari pihak kepolisian mengatakan beberapa penumpang hadir saat serangan seksual itu terjadi, dengan beberapa dari mereka tampak memegang ponsel yang diarahkan pada serangan tersebut.

Polisi menuduh imigran ilegal bernama Fiston Ngoy (35) telah memerkosa seorang wanita di sebuah kursi kereta.



Polisi dan pejabat Southeastern Pennsylvania Transportation Authority (SEPTA) awalnya menyatakan cemas bahwa para penumpang tidak menelepon 911 atau melaporkan serangan itu, bahkan mereka tidak memahami keseriusan dari apa yang terjadi.

Inspektur Polisi Upper Darby, Timothy Bernhardt, mengatakan kepada wartawan selama akhir pekan ada penumpang yang seharusnya melakukan sesuatu untuk menolong korban.

Namun demikian, Stollsheimer mengatakan narasi bahwa ada sekelompok penumpang yang merekam tanpa perasaan dan tidak bertindak, sama sekali tidak benar.
Halaman :
Mungkin Anda Suka
Komentar
Copyright © 2021 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2323 seconds (11.97#12.26)