Pangeran Piano China Li Yundi Ditahan karena Sewa Pelacur, Penggemar Terkejut

Jum'at, 22 Oktober 2021 - 14:44 WIB
loading...
A A A
"Ya Tuhan, aku tidak percaya. Apakah ini benar-benar Li Yundi yang sama yang sangat kami kagumi?" tulis seseorang di platform Weibo yang mirip Twitter.

Yang lain menyatakan skeptis tentang bagaimana dia ditangkap. "Saya ingin tahu bagaimana publik mengetahui tentang dia. Ketika Anda melihat seorang pria berusia 39 tahun dan seorang wanita berusia 29 tahun masuk ke satu gedung apartemen bersama, bagaimana orang tahu bahwa itu adalah pelacur dan dia? pelanggan? Mengapa bukan pasangan yang sudah menikah, teman, teman kencan?" komentar pengguna Weibo lainnya.

Setelah berita itu tersebar, Asosiasi Musisi Tiongkok mengatakan akan mencabut keanggotaan Li karena dia mewakili "dampak sosial yang sangat negatif".

Beberapa pengamat mengatakan penahanannya dapat dilihat sebagai peringatan bagi selebritas "tidak bermoral" lainnya saat China meningkatkan tindakan kerasnya baru-baru ini terhadap industri hiburan.

Sesuai hukum China, mereka yang memanggil atau mengelola pekerja seks dapat ditahan hingga 15 hari dan didenda hingga 5.000 yuan (USD782).
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Media Pemerintah China:...
Media Pemerintah China: Jepang Benar-benar Simulasikan Serangan terhadap Kapal Induk Liaoning
Pembangkang China Ini...
Pembangkang China Ini Kabur ke Korea Selatan dengan Perahu Karet, Sekarang Muncul di Kanada
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Xi Jinping dan Akhir...
Xi Jinping dan Akhir dari Narasi Kebangkitan Damai China
China Selidiki Insiden...
China Selidiki Insiden Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi, Pilot Tewas, 13 Orang Luka
Pesawat Tabrak Gedung...
Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi di China, 1 Jam Setelahnya Tampak Normal
Panda Bond Akan Manfaatkan...
Panda Bond Akan Manfaatkan Skema LCT, Bisa Tambah Cadev USD50 Miliar
Burkina Faso Putuskan...
Burkina Faso Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Prancis
Serangan Pembalasan...
Serangan Pembalasan Iran ke Pangkalan Militer AS Makan Korban, 1 Warga Qatar Tewas
Rekomendasi
Kawal Kedaulatan Energi...
Kawal Kedaulatan Energi di Jatim, Komut Pertamina Mochamad Iriawan Cek Kesiapan SAF hingga B50
SIG Berdayakan UMKM...
SIG Berdayakan UMKM Berbasis Potensi Lokal di Tuban
Mahasiswa ITS Kembangkan...
Mahasiswa ITS Kembangkan Nanopestisida yang Tahan Hujan dan Paparan Sinar UV
Berita Terkini
Korut Tuding Jepang...
Korut Tuding Jepang Berubah Jadi Negara Perang, Apa Pemicunya?
3 Alasan Malaysia Lanjutkan...
3 Alasan Malaysia Lanjutkan Pencarian MH370, Operasi Termahal di Dunia
Merasa Dikucilkan di...
Merasa Dikucilkan di NATO, Erdogan Minta Turki Dimasukkan dalam Struktur Keamanan Eropa
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved