Donald Trump Unggah Gambar Dirinya sebagai Paus, Picu Kemarahan Katolik
Minggu, 04 Mei 2025 - 09:43 WIB
loading...
Presiden AS Donald Trump mengunggah gambar dirinya berpakaian seperti Paus di platform Truth Social. Komunitas Katolik di Amerika marah. Foto/Truth Social
A
A
A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengunggah gambar dirinya berpakaian seperti Paus di platform Truth Social pada Jumat. Gambar yang dibuat oleh artificial intelligence (AI) itu memicu kemarahan komunitas Katolik.
Dalam gambar rekayasa tersebut, Presiden Trump terlihat dengan jari telunjuk kanannya menunjuk ke langit, mengenakan tanda kebesaran kepausan, termasuk jubah putih, liontin salib emas, dan topi miter.
Gambar itu diunggah setelah sebelumnya Trump bercanda kepada wartawan bahwa dia ingin menjadi paus berikutnya, beberapa hari sebelum para kardinal akan memulai konklaf untuk memilih pengganti Paus Fransiskus yang meninggal pada 21 April.
Baca Juga: Trump Ingin Jadi Paus Berikutnya, Gantikan Fransiskus Pimpin Gereja Katolik
Ketika ditanya siapa yang dia inginkan untuk menggantikan Paus Fransiskus, Trump berkata: "Saya ingin menjadi Paus, itu akan menjadi pilihan nomor satu saya."
Trump melanjutkan dengan mengatakan bahwa dia tidak memiliki preferensi tetapi mengatakan ada seorang kardinal di New York yang dia sebut "sangat baik".
Dalam gambar rekayasa tersebut, Presiden Trump terlihat dengan jari telunjuk kanannya menunjuk ke langit, mengenakan tanda kebesaran kepausan, termasuk jubah putih, liontin salib emas, dan topi miter.
Gambar itu diunggah setelah sebelumnya Trump bercanda kepada wartawan bahwa dia ingin menjadi paus berikutnya, beberapa hari sebelum para kardinal akan memulai konklaf untuk memilih pengganti Paus Fransiskus yang meninggal pada 21 April.
Baca Juga: Trump Ingin Jadi Paus Berikutnya, Gantikan Fransiskus Pimpin Gereja Katolik
Ketika ditanya siapa yang dia inginkan untuk menggantikan Paus Fransiskus, Trump berkata: "Saya ingin menjadi Paus, itu akan menjadi pilihan nomor satu saya."
Trump melanjutkan dengan mengatakan bahwa dia tidak memiliki preferensi tetapi mengatakan ada seorang kardinal di New York yang dia sebut "sangat baik".
Lihat Juga :