Pria Singapura Coba Perkosa PRT Indonesia 2 Kali, Gagal karena Disfungsi Ereksi
Senin, 18 Oktober 2021 - 14:44 WIB
loading...
A
A
A
Hari itu, korban kembali ke kamarnya setelah mandi dengan handuk melilit tubuh bagian bawah karena lupa membawa celana ke toilet.
Dia lewat di depan majikan prianya, di mana sang majikan bergegas ke kamarnya untuk mengambil kondom. Sang majikan ingin berhubungan seks dengannya saat istrinya tidak di rumah.
Saat korban sedang berganti pakaian di kamar, majikan prianya mengetuk pintu. Berpikir bahwa majikannya membutuhkan sesuatu yang mendesak, PRT itu membuka pintu dan si majikan masuk.
Majikan mengatakan padanya bahwa dia berbau harum dan langsung memeluknya.
Pembantu itu mencoba mendorong majikannya pergi, tetapi pria terus mencoba mengalahkan korban.
Pria itu kemudian mengambil kondom dari sakunya dan berusaha memerkosa korban tetapi tidak dapat melakukannya karena mengalami disfungsi ereksi. Meski demikian, terdakwa terus menyerang korban secara seksual.
Baca juga: Dokumen: Mata-mata Inggris Terlibat Pembantaian Massal PKI di Indonesia
Pembantu itu akhirnya membebaskan diri dan bersembunyi di toilet sampai pria itu kembali ke kamar tidurnya.
Korban mengira insiden itu hanya sekali dan tidak melaporkannya kepada siapa pun. Dia tetap diam karena dia perlu menghidupi keluarganya secara finansial. Namun, dia memutuskan untuk mengunci pintu kamarnya di malam hari sejak saat itu, meskipun diberitahu untuk tidak melakukannya.
Penguncian kamar itu tidak membuat terdakwa menyerah. Terdakwa mengambil kunci cadangan dari gudang untuk memasuki kamar pelayan pada suatu malam. Dia kembali mencoba untuk memerkosanya dan lagi-lagi gagal karena masalah serupa.
Tidak dapat mentoleransi serangan itu, pembantu tersebut memutuskan untuk menghubungi seorang teman, sesama pembantu rumah tangga di Singapura, untuk meminta bantuan pada 29 Juni 2019.
Dia lewat di depan majikan prianya, di mana sang majikan bergegas ke kamarnya untuk mengambil kondom. Sang majikan ingin berhubungan seks dengannya saat istrinya tidak di rumah.
Saat korban sedang berganti pakaian di kamar, majikan prianya mengetuk pintu. Berpikir bahwa majikannya membutuhkan sesuatu yang mendesak, PRT itu membuka pintu dan si majikan masuk.
Majikan mengatakan padanya bahwa dia berbau harum dan langsung memeluknya.
Pembantu itu mencoba mendorong majikannya pergi, tetapi pria terus mencoba mengalahkan korban.
Pria itu kemudian mengambil kondom dari sakunya dan berusaha memerkosa korban tetapi tidak dapat melakukannya karena mengalami disfungsi ereksi. Meski demikian, terdakwa terus menyerang korban secara seksual.
Baca juga: Dokumen: Mata-mata Inggris Terlibat Pembantaian Massal PKI di Indonesia
Pembantu itu akhirnya membebaskan diri dan bersembunyi di toilet sampai pria itu kembali ke kamar tidurnya.
Korban mengira insiden itu hanya sekali dan tidak melaporkannya kepada siapa pun. Dia tetap diam karena dia perlu menghidupi keluarganya secara finansial. Namun, dia memutuskan untuk mengunci pintu kamarnya di malam hari sejak saat itu, meskipun diberitahu untuk tidak melakukannya.
Penguncian kamar itu tidak membuat terdakwa menyerah. Terdakwa mengambil kunci cadangan dari gudang untuk memasuki kamar pelayan pada suatu malam. Dia kembali mencoba untuk memerkosanya dan lagi-lagi gagal karena masalah serupa.
Tidak dapat mentoleransi serangan itu, pembantu tersebut memutuskan untuk menghubungi seorang teman, sesama pembantu rumah tangga di Singapura, untuk meminta bantuan pada 29 Juni 2019.
Lihat Juga :