Dokumen: Mata-mata Inggris Terlibat Pembantaian Massal PKI di Indonesia

Senin, 18 Oktober 2021 - 05:35 WIB
loading...
Dokumen: Mata-mata Inggris...
Tentara Indonesia menggiring orang-orang yang diduga terkait PKI tahun 1965. Foto/Perpustakaan Nasional RI
A A A
JAKARTA - Mata-mata Inggris secara tidak langsung terlibat dalam pembantaian massal anggota Partai Komunis Indonesia (PKI) pada tahun 1960-an. Mereka berperan menghasut penduduk Indonesia, termasuk para jenderal militer, untuk membasmi “kanker komunis”.

Keterlibatan mata-mata London itu terungkap dalam dokumen rahasia yang dirilis surat kabar The Guardian, Minggu (17/10/2021).

Penumpasan brutal tentara Indonesia terhadap PKI pada tahun 1965 dan 1966 dianggap sebagai salah satu pembunuhan massal terburuk abad ke-20. Menurut berbagai perkiaraan, sekitar 500.000 hingga 3 juta orang pendukung PKI dibantai, menurut berbagai perkiraan.

Baca juga: Pakistan Operasikan Sistem Rudal Canggig HQ-9/P, Pesaing Patriot AS dan S-300 Rusia

Dokumen Kantor Luar Negeri Inggris yang tidak diklasifikasikan, yang baru-baru ini dirilis oleh Arsip Nasional Inggris dan dilihat oleh surat kabar The Guardian, menunjukkan bahwa Inggris bukannya tanpa kesalahan dalam peristiwa mengejutkan itu.

Kantor Luar Negeri Inggris selalu membantah keterlibatan negara itu dalam tindakan brutal terhadap mereka yang dituduh memiliki hubungan komunis di Indonesia.

Tetapi ternyata London memfokuskan mesin propagandanya pada salah satu pendiri sekaligus Presiden Indonesia Soekarno dan pendukung komunisnya atas penentangan keras pemimpin tersebut terhadap Federasi Malaya [Malaysia], yang menurut Inggris Soekarno berambisi menyatukan bekas jajahan Inggris itu dengan Indonesia.

Ketegangan antara PKI dan militer Indonesia telah meningkat sejak awal 1960-an, di mana Presiden Soekarno berjuang untuk menyeimbangkan kekuatan-kekuatan yang bersaing. Puncak ketegangan adalah pembantaian PKI terhadap para jenderal yang dikenal sebagai Gerakan 30 September (G/30S) 1965, yang kemudian dianggap sebagai kudeta yang gagal.

Menurut The Guardian, beberapa bulan sebelumnya, tim spesialis dari Departemen Riset Informasi (IRD) Kantor Luar Negeri Inggris telah dikerahkan di Singapura untuk menghasilkan propaganda hitam untuk melemahkan pemerintahan Soekarno.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Mundur, Krisis Politik Berlanjut
3 Alasan PM Inggris...
3 Alasan PM Inggris Starmer Akan Mundur, Popularitasnya Terus Menurun
Raja Charles Inggris...
Raja Charles Inggris Akan Ungkap Tagihan Pajak Pribadinya, Berapa Besar?
Krisis Politik Inggris...
Krisis Politik Inggris Makin Parah, PM Keir Starmer Bersiap Mengundurkan Diri
Belajar dari Inggris,...
Belajar dari Inggris, Tembakau Alternatif Bisa Hentikan Kebiasaan Merokok
Suami Divonis 4 Tahun...
Suami Divonis 4 Tahun Penjara karena Paksa Istri Berhubungan Seks dengan 120 Pria
Gawat! Delegasi Iran...
Gawat! Delegasi Iran Walk Out dari Perundingan Damai dengan AS
Rekomendasi
Dorong SDM Unggul, IWIP-WBN...
Dorong SDM Unggul, IWIP-WBN Gandeng LPDP Kirim Mahasiswa ke China
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Mangrove di Kawasan Pesisir Jakarta Terus Diperkuat
Indonesia, Swiss, dan...
Indonesia, Swiss, dan UNDP Luncurkan Fase Baru Transformasi Lanskap Berkelanjutan di Indonesia
Berita Terkini
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved