Menhan AS Tegaskan Tak akan Lagi Subsidi Negara-negara Kaya

Sabtu, 30 Mei 2026 - 09:47 WIB
loading...
Menhan AS Tegaskan Tak...
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth. Foto/strait times
A A A
WASHINGTON - Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth menegaskan era subsidi AS untuk negara-negara kaya telah berakhir. Pernyataan itu muncul saat membahas keamanan Asia Pasifik di tengah perhatian Washington yang didominasi oleh perang melawan Iran.

Berbicara di KTT keamanan Shangri-La Dialogue di Singapura, Hegseth mengatakan, "Pasifik yang didominasi oleh hegemoni apa pun akan mengacaukan" keseimbangan kekuatan regional.

Dia menekankan AS tetap berkomitmen mempertahankan kawasan Asia Pasifik yang bebas dan terbuka. Ini menjadi isu yang muncul karena perang AS terhadap Iran telah mendominasi fokus Washington selama berbulan-bulan.

Hegseth juga memperingatkan, "Tidak ada negara, termasuk China, yang dapat memaksakan hegemoni dan mengendalikan keamanan negara kita dan sekutu kita."

Terlepas dari kata-katanya yang keras, Menteri Pertahanan AS juga mengatakan hubungan antara AS dan China lebih baik daripada yang terjadi selama bertahun-tahun di bawah Presiden Donald Trump.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Jawab Ancaman Trump:...
Iran Jawab Ancaman Trump: AS Sebaiknya Berhati-hati!
Trump Ancam Serang Iran...
Trump Ancam Serang Iran Sangat Keras Jika Tak Kendalikan Hizbullah!
4 Prasyarat Iran untuk...
4 Prasyarat Iran untuk Negosiasi di Swiss, Dapat Dana Segar Rp106 Triliun
5 Fakta Iran Mampu Memecah...
5 Fakta Iran Mampu Memecah Aliansi Abadi AS dan Israel, Lebanon Jadi Alat Utamanya
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Negara-negara Arab Bisa Bernapas Lega
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Belajar dari Iran: Tiga...
Belajar dari Iran: Tiga Pelajaran Strategis bagi Indonesia
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Wapres AS JD Vance:...
Wapres AS JD Vance: Mengkritik Israel Bukan Berarti Anti-Semit
Rekomendasi
Citroen Berlingo Baru...
Citroen Berlingo Baru Akan Kembali dengan Desain MPV Kecil Praktis
Prabowo Panggil Rosan...
Prabowo Panggil Rosan Roeslani ke Kertanegara Minggu Malam, Ada Apa?
Spanyol Ngamuk, Sikat...
Spanyol Ngamuk, Sikat Arab Saudi 3-0 di Babak Pertama
Berita Terkini
Aktor Breaking Bad Giancarlo...
Aktor 'Breaking Bad' Giancarlo Esposito Masuk Islam saat Syuting di Arab Saudi
Iran Jawab Ancaman Trump:...
Iran Jawab Ancaman Trump: AS Sebaiknya Berhati-hati!
Trump Ancam Serang Iran...
Trump Ancam Serang Iran Sangat Keras Jika Tak Kendalikan Hizbullah!
4 Prasyarat Iran untuk...
4 Prasyarat Iran untuk Negosiasi di Swiss, Dapat Dana Segar Rp106 Triliun
5 Fakta Iran Mampu Memecah...
5 Fakta Iran Mampu Memecah Aliansi Abadi AS dan Israel, Lebanon Jadi Alat Utamanya
3 Alasan PM Inggris...
3 Alasan PM Inggris Starmer Akan Mundur, Popularitasnya Terus Menurun
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved