Pria Singapura Coba Perkosa PRT Indonesia 2 Kali, Gagal karena Disfungsi Ereksi

Senin, 18 Oktober 2021 - 14:44 WIB
loading...
A A A
Teman tersebut memberikan rincian kontak seorang anggota staf dari Center for Domestic Employee (CDE), dan menambahkan bahwa korban perlu memberikan bukti kekerasan seksual.

Korban tetap enggan melapor karena khawatir hal itu akan membuat istri majikannya marah, yang telah memperlakukannya dengan baik. Korban juga berharap majikan prianya akan menghentikan serangannya.

Pada tanggal 1 Juli 2019, korban merasa tidak nyaman di perutnya dan memutuskan untuk mengoleskan minyak obat dan beristirahat di kamarnya. Pria itu, yang merupakan satu-satunya orang lain di rumah, masuk ketika pelayan sedang berbaring di kasurnya dan bertanya apakah dia perlu ke dokter.

Korban menolak pergi ke dokter. Terdakwa lantas menawarkan diri untuk mengoleskan minyak padanya. Korban menolaknya, tetapi terdakwa kemudian menahannya dan menyerangnya secara seksual.

Pada titik ini, korban mengingat nasihat temannya dan menyalakan ponsel untuk merekam serangan itu. Korban berhasil mengabadikan sebagian kejadian tersebut dengan meletakkannya di dekat kasur.

Korban kemudian melarikan diri ke toilet untuk menghindari serangan terdakwa.

Sore itu, terdakwa memasuki kamar korban lagi untuk menanyakan apakah dia membutuhkan obat, tetapi akhirnya menyerangnya lagi secara seksual. Terdakwa berjanji akan menghentikan tindakannya sebelum akhirnya pergi.

Korban pada akhirnya menelepon anggota staf CDE dan memberikan video yang dia rekam. Polisi dipanggil dan si majikan pria itu ditangkap.

Pria itu dikirim untuk tes ereksi dan impotensi dan ditemukan kemungkinan memiliki disfungsi ereksi vaskulogenik.

Pengacara terdakwa, Sunil Sudheesan dan Diana Ngiam, berpendapat bahwa pelanggaran kliennya lebih oportunistik daripada direncanakan."Seorang lelaki tua dengan catatan bagus yang perilaku tidak seperti biasanya dipicu oleh keadaan," kata mereka, seperti dikutip Yahoo!News.

“Dia pasti menerima tanggung jawab atas tindakan ini. Tapi cukup jelas bagi saya bahwa ini adalah orang yang dituduh bertindak di luar karakter untuk satu bulan yang aneh itu," kata Sudheesan, yang mengklaim bahwa kliennya tidak akan melakukannya lagi.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Viral! 3 PRT Indonesia...
Viral! 3 PRT Indonesia Dianiaya di Malaysia, 4 Majikan Ditangkap
5 Kapal Selam Tercanggih...
5 Kapal Selam Tercanggih ASEAN: Hebat Mana Invincible Singapura vs Nagapasa Indonesia?
6 Jet Tempur Canggih...
6 Jet Tempur Canggih yang Bakal Panaskan Langit ASEAN: F-35 Singapura hingga Rafale Indonesia
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN, Termasuk Kapal Malaysia yang Batal Miliki NSM
Meski Fokus Perang Iran,...
Meski Fokus Perang Iran, AS Tak Akan Berpaling dari Asia Pasifik
Menhan AS Tegaskan Tak...
Menhan AS Tegaskan Tak akan Lagi Subsidi Negara-negara Kaya
Prabowo Ungkap Indonesia...
Prabowo Ungkap Indonesia Ingin Perluas Peluang WNI Kerja di Jerman
WNI Dikeroyok dan Dianiaya...
WNI Dikeroyok dan Dianiaya di Malaysia, Polisi Amankan 4 Orang yang Terlibat
Trump Sebut Israel Bisa...
Trump Sebut Israel Bisa Hancur dalam 24 Jam jika Iran Punya Senjata Nuklir
Rekomendasi
4 Upaya Penyelundupan...
4 Upaya Penyelundupan Narkoba ke Lapas dan Rutan Salemba Digagalkan, Disembunyikan di Organ Intim hingga Botol Obat
Pengamat: Pemberantasan...
Pengamat: Pemberantasan Korupsi Tak Maksimal jika Hanya Berfokus pada Pelaku
Menag: Tahun Baru Islam...
Menag: Tahun Baru Islam 1 Muharram Momentum Transformasi Diri dan Sosial
Berita Terkini
7 Fakta Unik Cape Verde,...
7 Fakta Unik Cape Verde, Negara Kecil yang Bikin Spanyol Frustrasi di Piala Dunia 2026
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
Siapa Pihak yang Berpotensi...
Siapa Pihak yang Berpotensi Menggagalkan Kesepakatan Perdamaian Iran dan AS?
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Momen Terakhir Wanita...
Momen Terakhir Wanita Tewas dalam Bungee Jumping 39 Meter: 'Bernapas Terengah-engah'
Infografis
Klasemen Medali SEA...
Klasemen Medali SEA Games 2025, Senin 15 Desember: Indonesia Nyaman di Posisi 2
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved