Pakistan Operasikan Sistem Rudal Canggih HQ-9/P, Pesaing Patriot AS dan S-300 Rusia

Sabtu, 16 Oktober 2021 - 17:45 WIB
loading...
A A A
"Induksi sistem HIMAD baru akan secara signifikan meningkatkan perisai pertahanan udara terpadu berlapis yang komprehensif dari perbatasan udara Pakistan karena sistem tersebut sepenuhnya terintegrasi melalui Sistem digital yang terjalin dengan baik pada inventarisnya," Angkatan Darat Pakistan, seperti dikutip dari Gulf News, Sabtu (16/10/2021).

Militer Pakistan mengatakan bahwa induksi sistem berteknologi tinggi akan membuat pertahanan udara Pakistan tidak dapat ditembus dalam skenario ancaman yang muncul.

Pejabat senior dari China juga menghadiri upacara peresmian senjata pertahanan canggih tersebut. “Kemitraan strategis Pakistan-China dan kolaborasi pertahanan merupakan faktor stabilitas di kawasan itu,” kata militer Pakistan.

HQ-9/P merupakan varian dari HQ-9, yang dianggap sebagai salah satu sistem rudal darat ke udara paling canggih di dunia.

HQ-9/P dapat mencegat berbagai ancaman seperti rudal udara ke darat, helikopter, pesawat terbang, kendaraan udara tak berawak (UAV), bom berpemandu, rudal jelajah dan balistik dan senjata di luar jangkauan visual pada jarak lebih dari 100 kilometer.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Permainan Lincah Pakistan...
Permainan Lincah Pakistan dalam Mendamaikan AS dan Iran, Ini 4 Rahasianya
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
Iran Balas Bombardir...
Iran Balas Bombardir 18 Target Militer AS, Termasuk Sistem Rudal Patriot
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Islamabad dan Ilusi...
Islamabad dan Ilusi Diplomasi Perang Iran 2026
Kematian Akibat Wabah...
Kematian Akibat Wabah Ebola di RD Kongo Tembus 200 Orang
Trump Sebut Aset Iran...
Trump Sebut Aset Iran Akan Dikendalikan AS, Ini Respons Keras Teheran
Rekomendasi
Haul Akbar Ploso, Gus...
Haul Akbar Ploso, Gus Muhaimin: Jangan Hanya Menonton, Santri Harus Jadi Solusi Bangsa
Putusan PTUN Tegaskan...
Putusan PTUN Tegaskan Keabsahan SK Menkum, Kepemimpinan Mardiono sebagai Ketum PPP Sah
Pengembangan Sektor...
Pengembangan Sektor Maritim di Indonesia Butuh Data yang Komprehensif
Berita Terkini
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved