Terbongkar! Trump Lengser, Souvenir untuk Tamu Negara Banyak yang Hilang

Rabu, 13 Oktober 2021 - 17:55 WIB
loading...
Terbongkar! Trump Lengser,...
Presiden Donald Trump menerima medali Order of Abdulaziz al-Saud dari Raja Salman dari Arab Saudi di Riyadh pada 20 Mei 2017. Foto/NBC
A A A
WASHINGTON - Departemen Luar Negeri (Deplu) Amerika Serikat (AS) menggelar penyelidikan terkait keterlibatan pejabat era Presiden Donald Trump atas hilangnya sejumlah souvenir untuk tamu asing.

"Kantor Inspektur Jenderal sedang menyelidiki apakah pejabat politik Presiden Donald Trump saat itu mengambil hadiah yang didanai pembayar pajak dari brankas hadiah Departemen Luar Negeri pada Januari dan membawanya pulang," kata seorang pejabat Deplu AS yang mengetahui peristiwa tersebut seperti dikutip dari NBC, Rabu (13/10/2021).

Pejabat itu mengatakan nilai dolar dari hadiah yang hilang itu “signifikan.”

Penyelidikan terbaru atas hadiah yang hilang pertama kali dilaporkan oleh The New York Times. Surat kabar itu mengidentifikasi barang-barang yang hilang seperti tas yang dimaksudkan sebagai hadiah untuk para pemimpin negara yang hadir pada KTT Kelompok Tujuh. Konferensi itu seharusnya diadakan di Camp David pada tahun 2020 tetapi dibatalkan karena pandemi.

Baca juga: Terungkap, Keluarga Kerajaan Saudi Beri Menantu Trump Hadiah Senilai Rp681 Juta

"Tas hadiah itu termasuk portofolio kulit, nampan timah dan kotak marmer dengan cap presiden atau tanda tangan Donald dan Melania Trump," The New York Times melaporkan.

Surat kabar itu mengutip dokumen publik dari pemerintah federal, wawancara dengan pejabat saat ini dan mantan pejabat, serta pernyataan dari beberapa departemen dan lembaga untuk laporannya.

Menurut inspektur jenderal hadiah yang hilang selama pemerintahan Trump juga mencakup botol wiski senilai USD5.800 yang diberikan kepada Menteri Luar Negeri Mike Pompeo saat itu oleh Jepang.

Pompeo sendiri mengatakan dia tidak pernah menerimanya.

"Itu tidak pernah sampai ke saya," katanya kepada Fox News tahun ini.

"Saya tidak tahu bagaimana Departemen Luar Negeri kehilangan hal ini - meskipun saya melihat ketidakmampuan yang sangat besar di Departemen Luar Negeri selama waktu saya di sana," imbuhnya.

Baca juga: Hotel Trump di Washington Rugi Rp998 Miliar selama Dia Jadi Presiden

Kantor inspektur jenderal Deplu AS menolak berkomentar. Kantor Trump juga tidak segera menanggapi permintaan komentar dari NBC News. Seorang juru bicara Trump tidak membalas beberapa pesan dari The New York Times yang meminta tanggapan, kata surat kabar itu.

Seorang pejabat negara mengatakan departemen itu menganggap serius perannya dalam melaporkan disposisi hadiah tertentu yang diterima oleh pegawai pemerintah AS. Hadiah ini adalah milik rakyat Amerika dan harus dipertanggungjawabkan secara akurat.

Pejabat itu mengatakan departemen sedang mencari keberadaan hadiah yang tidak diketahui dan keadaan yang menyebabkan hilangnya hadiah-hadiah itu.

Sekedar informasi kantor protokol Deplu AS diharuskan mencatat hadiah yang diberikan kepada pejabat AS dan melacak disposisi mereka. Penerima memiliki pilihan untuk menyerahkan hadiah dengan nilai tertentu ke Arsip Nasional atau entitas pemerintah lain atau membelinya untuk penggunaan pribadi dengan membayar kembali nilainya kepada Departemen Keuangan.

Trump sendiri, kata Departemen Luar Negeri, menerima sejumlah hadiah mahal selama menjabat termasuk pistol 9 mm dari Republik Ceko dan bangku kayu yang diukir menyerupai jaguar dari Brasil. Kesemuanya dikirim ke Arsip Nasional.

Baca juga: Deretan Wanita yang Pernah dan Masih Jadi Istri Donald Trump, Semuanya Mantan Model
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
Trump Caci Maki Netanyahu:...
Trump Caci Maki Netanyahu: Semua Orang Yahudi Muak Denganmu!
China Bikin Replika...
China Bikin Replika Kapal Perang AS untuk Jadi Target Tes Rudal
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Kapal Penangkap Ikan...
Kapal Penangkap Ikan Tenggelam di Lepas Pantai Busan, 2 Awak Asal Indonesia Hilang
Gempa M7,2 di Jepang:...
Gempa M7,2 di Jepang: Gedung-Gedung di Tokyo Berguncang, Korban Nihil
Rekomendasi
Pasar Potensial Industri...
Pasar Potensial Industri Pembiayaan, Chailease Finance Dukung Pertumbuhan UKM Bandung
Amalan Jumat: Raih Cahaya...
Amalan Jumat: Raih Cahaya dengan Membaca Surat Al-Kahfi
Ajukan Kasasi, Kuasa...
Ajukan Kasasi, Kuasa Hukum Harap MA Vonis Bebas Kerry Anak Riza Chalid
Berita Terkini
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved