Eks Presiden Myanmar Mengaku Dipaksa Mundur oleh Tentara Beberapa Jam Sebelum Kudeta

Rabu, 13 Oktober 2021 - 15:55 WIB
loading...
Eks Presiden Myanmar...
Mantan Presiden Myanmar yang digulingkan Win Myint. Foto/nationworldnews.com
A A A
NAYPYIDAW - Mantan Presiden Myanmar yang digulingkan junta bersaksi bahwa militer mencoba memaksanya untuk mundur beberapa jam sebelum kudeta 1 Februari . Militer memperingatkannya ia akan mendapatkan kerugian yang serius jika menolak.

Kesaksian Win Myint ini adalah komentar publik pertamanya sejak ia digulingkan sekaligus mementahkan pernyataan militer bahwa tidak ada kudeta. Junta militer juga mengklaimbahwa kekuasaan secara sah telah dialihkan kepada para jenderal oleh seorang penjabat Presiden.

Pengakuan Win Myint diungkapkan saat bersaksi bersama Aung San Suu Kyi , peraih Nobel perdamaian dan pemimpin pemerintah de facto sebelum kudeta, dalam persidangan mereka. Keduanya dituduh melakukan penghasutan yang berasal dari surat yang memuat nama mereka yang dikirim ke kedutaan yang mendesak mereka untuk tidak mengakui junta.

Baca juga: Muncul Seruan Pemberontakan, Pertempuran Paling Mematikan Pecah di Myanmar

Win Myint, yang adalah kepala negara Myanmar, mengatakan kepada pengadilan di Ibu Kota Naypyidaw bahwa pejabat senior militer mendekatinya pada 1 Februari dan menyuruhnya mengundurkan diri karena sakit.

"Presiden menolak proposal mereka, dengan mengatakan dia dalam keadaan sehat," kata pengacara Win Myint, Khin Maung Zaw, dalam pesan teks berbahasa Inggris yang dikirim kepada wartawan, mengutip kesaksiannya.

"Para petugas memperingatkannya bahwa penolakan itu akan menyebabkan banyak kerugian, tetapi presiden mengatakan kepada mereka bahwa dia lebih baik mati daripada menyetujuinya," sambungnya seperti dikutip dari CNN, Rabu (13/10/2021).

Khin Maung Zaw mengatakan pembela menolak tuduhan terhadap Win Myint dan Suu Kyi karena mereka ditahan tanpa komunikasi.

Baca juga: Berencana Bunuh Utusan untuk PBB, AS Tangkap Dua Pria Myanmar

Win Myint dan Suu Kyi keduanya menolak beberapa tuduhan terhadap mereka. Pengacara, yang mewakili mereka berdua, mengatakan Suu Kyi telah menyarankan agar kesaksiannya juga diumumkan.

Myanmar telah dicabik-cabik oleh kekerasan dan kelumpuhan ekonomi sejak tentara turun tangan untuk mencegah Suu Kyi membentuk pemerintahan baru, tiga bulan setelah partainya terpilih kembali secara telak.

Para jenderal mengatakan bahwa pemilu dirusak oleh kecurangan, mengancam kedaulatan negara.

Wakil presiden, Myint Swe, mantan perwira militer, kemudian dilantik sebagai Presiden pada 1 Februari dan segera menyerahkan kekuasaan kepada militer untuk mengawasi keadaan darurat.

Junta belum secara terbuka mengungkapkan bagaimana Myint Swe mengambil alih kursi kepresidenan dari Win Myint.

Baca juga: Aksi Kekerasan Berlanjut, 40 Mayat Ditemukan di Hutan Myanmar
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jejak China dalam Konflik...
Jejak China dalam Konflik Myanmar: dari Ekspor Revolusi hingga Kartu Geopolitik
Junta Myanmar Makin...
Junta Myanmar Makin Kuat dengan Dukungan China, Oposisi Melemah
10 Negara yang Mengubah...
10 Negara yang Mengubah Nama Mereka, Alasannya Sangat Beragam
Junta Myanmar Usir Diplomat...
Junta Myanmar Usir Diplomat Timor-Leste karena Buka Kasus Kejahatan Perang
Sudah Bisa Ditebak,...
Sudah Bisa Ditebak, Partai Pro-militer Myanmar Menang Pemilu
Negara Kecil Ini Ingin...
Negara Kecil Ini Ingin Myanmar Dihukum atas Genosida Etnis Muslim Rohingya
Klasemen Piala AFF U-19...
Klasemen Piala AFF U-19 2026: Sikat Myanmar, Timnas Indonesia Sejajar Vietnam
Gempa Dahsyat Venezuela:...
Gempa Dahsyat Venezuela: 3 Tewas Tertimpa Reruntuhan, Pemerintah Tetapkan Status Darurat
Nah, Menteri Israel...
Nah, Menteri Israel Ini Sebut Perdamaian AS-Iran Tak Tahan Lama
Rekomendasi
Salam Prabowo Disampaikan...
Salam Prabowo Disampaikan Jumhur, Raja Charles Beri Pujian untuk Indonesia
UATAS dan AFPI Ajak...
UATAS dan AFPI Ajak Mahasiswa Bijak Kelola Keuangan
Demo Ricuh di Grahadi...
Demo Ricuh di Grahadi Surabaya, Belasan Pendemo Diduga Provokator Ditangkap
Berita Terkini
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Infografis
Sebelum Kudeta, IMF...
Sebelum Kudeta, IMF Terlanjur Kirim Rp4,9 Triliun ke Myanmar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved