Analis: Qatar Sengaja Bikin Barat Berutang Budi Terkait Urusan Afghanistan

loading...
Analis: Qatar Sengaja Bikin Barat Berutang Budi Terkait Urusan Afghanistan
Delegasi Taliban di Qatar. FOTO/Sindonews
DOHA - Sejumlah analis menilai Qatar sengaja membuat Barat berhutang budi terkait dengan urusanAfghanistan. Qatar telah menjadi perantara penting ketika pihak Barat mencoba untuk berurusan dengan Taliban, yang kini berkuasa atas Afghanistan.

Sebelum penarikan pasukan asing dari Afghanistan, Qatar telah menjadi tuan rumah pertemuan antara Amerika Serikat (AS) dan Taliban. Di mana, kesepakatan antara AS dan Taliban soal penarikan pasukan juga dicapai di negara tersebut.

Baca: Qatar: Mengakui Pemerintahan Taliban Bukan Prioritas Saat Ini

Menurut para analis, ini bukanlah sebuah hal yang tidak disengaja. Para analis mengatakan, langkah ini sengaja diambil Doha untuk memastikan bahwa Barat akan melindungi mereka ketika ada ancaman yang datang.



Analis menggambarkan kemunculan Qatar sebagai perantara di Afghanistan sebagai bagian dari strategi yang dipelihara dengan hati-hati oleh negara kecil tapi kaya itu untuk meningkatkan keamanannya sendiri, dengan menjadi sangat diperlukan sebagai tempat mediasi internasional.

Baca: AS: Tatap Muka Pertama dengan Taliban Jujur dan Profesional

Qatar telah lama memiliki ambisi besar, menjadi tuan rumah pangkalan udara AS terbesar di Timur Tengah dan saluran TV yang paling berpengaruh. Sebelumnya, Doha sempat menyia-nyiakan banyak pengaruh regionalnya selama dekade terakhir dengan melampaui batas setelah pemberontakan Musim Semi Arab 2011, ketika mendukung gerakan pro-demokrasi dan pemberontak di seluruh wilayah.

Kristin Diwan, analis dari Institut Negara Teluk Arab di Washington, menyebut fasilitas diplomatik yang sabar itu adalah cara klasik bagi sebuah negara kecil untuk meningkatkan relevansi internasionalnya.

“Mengingat ukuran populasinya, proyeksi militer yang substansial adalah proposisi yang sulit. Tetapi, Qatar dapat membawa nilai nyata melalui hubungan yang dipertahankannya, terutama di kedua partai Barat dan Islam dan terutama yang enggan didekati oleh AS secara langsung,” ujarnya, seperti dilansir Reuters, Selasa (12/10/2021).
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top