Menlu Rusia Sebut Ada Pihak yang Ingin Kacaukan Situasi di Asia

Selasa, 12 Oktober 2021 - 21:11 WIB
loading...
Menlu Rusia Sebut Ada...
Menter Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov. Foto/NDTV
A A A
NUR-SULTAN - Rusia melihat ada upaya yang ditargetkan untuk merusak situasi keamanan di Asia, karena aliansi format sempit dan blok militer tetap berpegang pada kebijakan penahanan. Hal itu diungkapkan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov.

“Sayangnya, situasi geopolitik regional tidak semakin mudah, yang menghambat transisi ke kerangka kerja sama dan integrasi multilateral yang komprehensif," kata Lavrov pertemuan tingkat menteri Konferensi tentang Interaksi dan Tindakan Membangun Keyakinan di Asia di Nur-Sultan, Kazakhstan.

"Kami melihat upaya yang ditargetkan untuk 'memanaskan' situasi dan merusak mekanisme interaksi antarnegara yang ada. Struktur format sempit dari komposisi eksklusif dan blok militer yang berpegang pada logika Perang Dingin dan kebijakan penahanan membuat kontribusi mereka," tuturnya seperti dikutip dari Sputnik, Selasa (12/10/2021).

Baca juga: Hanya Alat Propaganda, NATO Tidak akan Bisa Samai Kekuatan Rusia

Diplomat itu mencatat bahwa setelah penarikannya dari Afghanistan, NATO berusaha untuk memindahkan pasukan ke Asia Tengah, Selatan, dan Tenggara dan untuk mengarahkan arus pengungsi Afghanistan ke sana.

"Aliansi menghindari pertanyaan tentang tanggung jawab NATO atas konsekuensi dari eksperimen 20 tahun. Komunitas internasional, tetangga Afghanistan pertama dan terutama, ditawarkan untuk memecahkan masalah," ujar Lavrov.

Dia juga menekankan bahwa senjata yang tersisa di Afghanistan setelah penarikan pasukan NATO tidak boleh digunakan untuk tujuan yang merusak, menegaskan kembali bahwa Taliban harus memenuhi janji mereka untuk mencegah ketidakstabilan di negara itu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
62 Juta Barel Minyak...
62 Juta Barel Minyak dari Selat Hormuz Siap Banjiri Kilang Asia
Australia Beri Peringatan:...
Australia Beri Peringatan: El Nino Kali Ini Akan Jadi yang Terkuat dalam Tujuh Dekade
Wapres AS JD Vance:...
Wapres AS JD Vance: Mengkritik Israel Bukan Berarti Anti-Semit
Rekomendasi
Kritik Pemadaman Listrik,...
Kritik Pemadaman Listrik, Komisi VI DPR: Tidak Boleh Lagi Terjadi
Kukuhkan Kepengurusan...
Kukuhkan Kepengurusan Nasional, GPIM Komitmen Sukseskan Program Prabowo
Ombudsman Mengaku Dihalang-halangi...
Ombudsman Mengaku Dihalang-halangi saat Sidak Lapas Kelas IIA Cibinong
Berita Terkini
Swiss: Perundingan AS...
Swiss: Perundingan AS dan Iran Berlanjut di Burgenstock
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon, Utusan AS Kirim Negosiator ke Jenewa
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Demo Anti-Pemerintah...
Demo Anti-Pemerintah Digelar selama 50 Hari, Bolivia Deklarasikan Status Darurat
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved