PM Israel Sebut Palestina Merdeka Berarti Pembentukan Negara Teror

Senin, 11 Oktober 2021 - 07:04 WIB
loading...
PM Israel Sebut Palestina...
Kanselir Jerman Angela Merkel (kiri) konferensi pers bersama Perdana Menteri Israel Naftali Bennett di Yerusalem, Minggu (10/10/2021). Foto/Twitter @IsraeliPM
A A A
TEL AVIV - Perdana Menteri (PM) Israel Naftali Bennett kembali menutup celah potensi pembentukan negara Palestina yang merdeka. Dia berpendapat membentuk negara itu berarti akan ada negara teror di sebelah negara Yahudi.

“Berdasarkan pengalaman kami, arti negara Palestina berarti sangat mungkin akan ada negara teror, kira-kira tujuh menit dari rumah saya dan dari hampir semua titik di Israel,” kata PM Bennett pada Minggu (10/10/2021).

Baca juga: Hendak Jual Rahasia Kapal Selam ke Asing, Insinyur Nuklir AS Ditangkap FBI

Pendapat pemimpin Zionis itu sebagai tanggapan Kanselir Jerman Angela Merkel yang menyerukan solusi dua negara untuk mengakhiri konflik Israel dan Palestina. Merkel melakukan pertemuan dengan Bennett dalam kunjungan resminya ke Israel, yang akan jadi kunjungan terakhirnya sebagai Kanselir Jerman karena dia segera lengser.

Merkel juga mengatakan bahwa Jerman tetap berkomitmen untuk menghidupkan kembali perjanjian nuklir internasional dengan Iran, sebuah langkah yang ditentang keras oleh Israel.

“Saya pikir pada titik ini, bahkan jika pada tahap ini tampaknya hampir tidak ada harapan, gagasan solusi dua negara tidak boleh diambil dari meja, tidak boleh dikubur...dan bahwa Palestina harus dapat hidup dengan aman," kata Merkel saat konferensi pers bersama dengan Bennett, seperti dikutip dari Al Jazeera, Senin (11/10/2021).

Merkel menambahkan pembangunan pemukiman Israel di wilayah Palestina yang diduduki tidak membantu mengakhiri konflik.

Bennett, mantan pemimpin pemukim yang menentang pembentukan negara Palestina, menyebut dirinya "pria pragmatis". Dia mengatakan siap untuk mengambil langkah-langkah di lapangan untuk meningkatkan kondisi kehidupan bagi warga Palestina di Tepi Barat dan Jalur Gaza.

Sementara itu, Hussein al-Sheikh, seorang pejabat senior Palestina, yang mengawasi hubungan dengan Israel marah atas komentar Bennett. "Bentuk 'terorisme' terburuk adalah pendudukan, bukan pembentukan negara Palestina," tulisnya di Twitter.

Omar Shakir, direktur Israel dan Palestina di Human Rights Watch, mengkritik Merkel karena menganggap pendudukan Israel selama 54 tahun sebagai "sementara".

“Mempertahankan fiksi ini telah memungkinkan pemerintah Merkel untuk menghindari kenyataan apartheid dan penganiayaan terhadap jutaan orang Palestina,” katanya dalam sebuah pernyataan.

Baca juga: Ayah Ini Perkosa Putrinya dan Paksa Anak Perkosa Ibunya yang Mabuk

Selama kepemimpinannya, Merkel berulang kali menyatakan komitmen Jerman terhadap keamanan Israel dan mengatakan dia yakin bahwa pemerintah Jerman berikutnya, yang akan ditentukan dalam pembicaraan koalisi yang panjang setelah pemilu yang tidak meyakinkan bulan lalu, akan mengambil sikap yang sama.

“Saya optimistis bahwa setiap pemerintah Jerman, termasuk yang mengikuti saya, akan merasa berkomitmen terhadap keamanan Israel, dan saya pikir setiap penerus yang menjadi Kanselir Jerman akan melihatnya seperti itu,” katanya.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menteri Zionis: AS Akan...
Menteri Zionis: AS Akan Segera Berada di Jalur Bentrokan dengan Israel
Israel Intervensi Pilpres...
Israel Intervensi Pilpres Kolombia, Ini 4 Faktanya
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
Israel Anggap Turki...
Israel Anggap Turki Lebih Berbahaya Dibandingkan Iran
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
Penembakan Massal di...
Penembakan Massal di Sekolah Filipina Tewaskan 3 Siswa, 2 Pelaku Remaja Ditahan
Viral! Sekuriti Apartemen...
Viral! Sekuriti Apartemen Temukan Emas Ratusan Juta di Tempat Sampah, Kembalikan ke Pemilik
Rekomendasi
Lepas E4 vs Jaecoo J5:...
Lepas E4 vs Jaecoo J5: Perbandingan SUV EV Rp300 Jutaan Terbaik
Menekraf Teuku Riefky...
Menekraf Teuku Riefky Dorong Musisi Lokal Eksis di Panggung Global
Dorong Kemandirian,...
Dorong Kemandirian, UMB Asah Kreativitas Siswa Disabilitas lewat Ekonomi Kreatif
Berita Terkini
Mengapa Negara-negara...
Mengapa Negara-negara Arab Khawatir Kesepakatan Iran Jadi Titik Balik yang Membawa Bencana?
Ketika Paris Lebih Panas...
Ketika Paris Lebih Panas dari Makkah, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Seluruh WNI di Venezuela...
Seluruh WNI di Venezuela Aman, Gedung KBRI di Caracas Tidak Rusak
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
Infografis
20 Negara yang Pernah...
20 Negara yang Pernah Dijajah Alexander Agung, dari Pakistan hingga Palestina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved