Presiden Iran Tuding AS Otak Dibalik Serangan Bom ISIS di Masjid Afghanistan
Minggu, 10 Oktober 2021 - 09:11 WIB
loading...
Presiden Iran Ebrahim Raisi. Foto/Al Arabiya
A
A
A
TEHERAN - Presiden Iran Ebrahim Raisi mengklaim bahwa bom bunuh diri yang menargetkan sebuah masjid Syiah di Afghanistan adalah "rencana" oleh Amerika Serikat (AS) untuk menabur "hasutan etnis" di negara itu.
“Kejahatan yang dilakukan dengan tujuan untuk memecah belah umat Islam ini dilakukan oleh mereka yang anti-manusia dan anti-agama jelas bagi semua orang. AS telah memfasilitasi perluasan kegiatan penjahat ISIS di Afghanistan dan mencegah mereka dicabut,” kata Raisi menurut kantor berita Mehr.
Baca juga: Bom Meledak Saat Shalat Jumat di Masjid Syiah Afghanistan, Ratusan Orang Dilaporkan Tewas
"Kelanjutan aksi teroris dan kombinasi hasutan agama dengan hasutan etnis menciptakan perpecahan dan hasutan yang merupakan bagian dari plot keamanan baru AS untuk Afghanistan," imbuhnya seperti dikutip dari Al Arabiya, Minggu (10/10/2021).
Sebelumnya sempalan kelompok ekstrimis ISIS di Afghanistan, ISIS-K, mengaku bertanggung jawab atas bom bunuh diri di Afghanistan yang menargetkan kelompok Syiah di sebuah masjid pada hari Jumat lalu.
Serangan di provinsi Kunduz timur laut Afghanistan itu menewaskan sedikitnya 46 orang dan melukai lebih dari 140 orang. Kelompok ekstremis itu mengatakan bahwa seorang pembom bunuh diri ISIS meledakkan rompi peledak di tengah kerumunan jamaah Syiah yang berkumpul di dalam masjid.
Baca juga: Dalangi Bom Masjid Afghanistan saat Salat Jumat, ISIS: Pengebomnya Orang Uighur
“Kejahatan yang dilakukan dengan tujuan untuk memecah belah umat Islam ini dilakukan oleh mereka yang anti-manusia dan anti-agama jelas bagi semua orang. AS telah memfasilitasi perluasan kegiatan penjahat ISIS di Afghanistan dan mencegah mereka dicabut,” kata Raisi menurut kantor berita Mehr.
Baca juga: Bom Meledak Saat Shalat Jumat di Masjid Syiah Afghanistan, Ratusan Orang Dilaporkan Tewas
"Kelanjutan aksi teroris dan kombinasi hasutan agama dengan hasutan etnis menciptakan perpecahan dan hasutan yang merupakan bagian dari plot keamanan baru AS untuk Afghanistan," imbuhnya seperti dikutip dari Al Arabiya, Minggu (10/10/2021).
Sebelumnya sempalan kelompok ekstrimis ISIS di Afghanistan, ISIS-K, mengaku bertanggung jawab atas bom bunuh diri di Afghanistan yang menargetkan kelompok Syiah di sebuah masjid pada hari Jumat lalu.
Serangan di provinsi Kunduz timur laut Afghanistan itu menewaskan sedikitnya 46 orang dan melukai lebih dari 140 orang. Kelompok ekstremis itu mengatakan bahwa seorang pembom bunuh diri ISIS meledakkan rompi peledak di tengah kerumunan jamaah Syiah yang berkumpul di dalam masjid.
Baca juga: Dalangi Bom Masjid Afghanistan saat Salat Jumat, ISIS: Pengebomnya Orang Uighur
Lihat Juga :