Front Ketiga Perang Dingin Baru Sedang Berkembang di Asia-Pasifik

Minggu, 10 Oktober 2021 - 02:00 WIB
loading...
Front Ketiga Perang...
Ilustrasi
A A A
ANKARA - Front ketiga Perang Dingin baru tengah berkembang di Asia Pasifik saat ini. Pandangan ini dikemukakan Nursin Atesoglu Guney, seorang pakar hubungan internasional dari Nisantasi University, Turki. Menurut Guney, pemicu dari kondisi ini adalah pakta pertahanan baru antara Amerika Serikat (AS), Inggris, dan Australia yang dikenal dengan nama AUKUS .

Menurutnya, tidak sulit untuk mengenali siapa target utama dari Pakta AUKUS dan oleh karena itu reaksi paling kuat datang dari China. Namun, segera setelah ketiga negara menandatangani pakta tersebut, AUKUS menyatakan bahwa pihaknya tidak menargetkan satu negara dan tujuannya adalah untuk mencegah kemungkinan konflik regional.

Baca: China Sebut Pembentukan AUKUS Manfaatkan Celah Hukum Internasional

Menurut Guney, pernyataan-pernyataan ini bagaimanapun tidak cukup untuk menenangkan kepemimpinan Beijing. Sebab, sudah jelas jenis krisis apa yang dapat dihindari dengan menggunakan kapal selam nuklir.

“Untuk alasan ini, China mengklaim bahwa keputusan AS untuk berbagi teknologi kapal selam nuklirnya dengan dua mitranya dengan tujuan menargetkan kawasan Asia-Pasifik akan mengganggu keseimbangan regional, memicu perlombaan senjata baru dan juga bahwa inisiatif AUKUS baru dari tiga negara akan memperkenalkan kembali mentalitas Perang Dingin ke wilayah tersebut,” ujarnya, seperti dikutip dari Anadolu Agency, Jumat (8/10).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
Negara Tetangga Indonesia...
Negara Tetangga Indonesia Ini dan Sekutunya Kembangkan Drone Bawah Laut
Pakar Militer Ini Sebut...
Pakar Militer Ini Sebut AS Tak Sadari Gelombang Kejut Besar di Asia
Meski Fokus Perang Iran,...
Meski Fokus Perang Iran, AS Tak Akan Berpaling dari Asia Pasifik
IATA Peringatkan Krisis...
IATA Peringatkan Krisis Avtur akan Terjang Asia Terlebih Dulu, Baru Eropa dan Amerika Latin
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Dibuka, Kilang-kilang Asia Ogah Ikut Demam Minyak Teluk
Jenazah Pemimpin Tertinggi...
Jenazah Pemimpin Tertinggi Ayatollah Khamenei Tiba di Teheran untuk Upacara Perpisahan
Gelombang Panas Terjang...
Gelombang Panas Terjang Eropa, Warga Prancis Berebut AC Murah hingga Rusuh
Rekomendasi
Maternity Shoot Angga...
Maternity Shoot Angga Yunanda dan Shenina Cinnamon, Perhiasan Rp2,88 Miliar Jadi Sorotan
Ketimpangan Makin Lebar,...
Ketimpangan Makin Lebar, 1,5% Populasi Menguasai hampir 50 Persen Total Kekayaan Dunia
Mengenang Suami Pertama...
Mengenang Suami Pertama Megawati dengan Tabur Bunga dan Tahlil
Berita Terkini
Seruan Bunuh Trump Menggema...
Seruan 'Bunuh Trump' Menggema dalam Prosesi Pemakaman Ali Khamenei
Rudal-rudal Rusia Hujani...
Rudal-rudal Rusia Hujani Ibu Kota Ukraina Jelang KTT NATO, 8 Orang Tewas
7 Pemakaman Pemimpin...
7 Pemakaman Pemimpin Dunia yang Dihadiri Kepala Negara Terbanyak, Nomor 1 Pecahkan Rekor Dunia
Didatangi Jutaan Pelayat,...
Didatangi Jutaan Pelayat, Ini Latar Belakang Ali Khamenei sebagai Keturunan Nabi Muhammad SAW
Usai Zionis Hancurkan...
Usai Zionis Hancurkan Patung Yesus, Netanyahu Klaim Desa Kristen Lebanon Minta Dicaplok Israel agar Dilindungi
Tiga Putra Hadir Doakan...
Tiga Putra Hadir Doakan Ayatollah Ali Khamenei, Mojtaba Tetap Tak Muncul
Infografis
10 Radar Militer Terbaik...
10 Radar Militer Terbaik di Dunia, Sudah Teruji di Medan Perang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved