Kapal Selam Nuklir AS Tabrakan dengan Kapal Selam atau Instalasi Pengeboran Minyak?
Sabtu, 09 Oktober 2021 - 07:55 WIB
loading...
USS Connecticut, kapal selam bertenaga nuklir AS yang terlibat tabrakan dengan objek misterius di bawah Laut China Selatan pada 2 Oktober 2021. Foto/Twitter/@USPacificFleet
A
A
A
WASHINGTON - Kapal selam bertenaga nuklir Amerika Serikat (AS), USS Connecticut, bertabrakan dengan objek misterius saat menyelam di Laut China Selatan . Pensiunan Laksamana Rusia Vladimir Valuyev menebak objek itu kemungkinan adalah kapal selam lain atau mungkin instalasi pengeboran minyak.
Insiden yang dialami kapal selam saat beroperasi di perairan internasional di Laut China Selatan pada 2 Oktober 2021. Setidaknya 11 pelaut Amerika terlua dan kapal tersebut tertatih-tatih dalam perjalanan ke Guam.
Baca juga: Kapal Selam Nuklir AS Tabrakan di Bawah Laut China Selatan
Valuyev, mantan komandan Armada Baltik Rusia, berpikir dia memiliki ide yang cukup bagus tentang apa yang disambar USS Connecticut kelas Seawolf selama patroli naasnya itu.
“Tabrakan dengan kapal selam lain mungkin terjadi, tetapi dalam kasus itu, mengingat cedera yang diderita oleh anggota awak, kedua kapal selam itu harus muncul ke permukaan untuk memeriksa kerusakannya. Namun, ini tidak terjadi. Selain itu, hampir tidak dapat dibayangkan bahwa kapal selam modern kelas Seawolf tidak akan memperhatikan pendekatan kapal selam lain," kata Valuyev kepada Sputniknews, Sabtu (9/10/2021).
Menurutnya, sistem navigasi onboard kapal selam modern membuat tabrakan dengan karang bawah laut atau formasi batuan sama tidak mungkinnya.
Insiden yang dialami kapal selam saat beroperasi di perairan internasional di Laut China Selatan pada 2 Oktober 2021. Setidaknya 11 pelaut Amerika terlua dan kapal tersebut tertatih-tatih dalam perjalanan ke Guam.
Baca juga: Kapal Selam Nuklir AS Tabrakan di Bawah Laut China Selatan
Valuyev, mantan komandan Armada Baltik Rusia, berpikir dia memiliki ide yang cukup bagus tentang apa yang disambar USS Connecticut kelas Seawolf selama patroli naasnya itu.
“Tabrakan dengan kapal selam lain mungkin terjadi, tetapi dalam kasus itu, mengingat cedera yang diderita oleh anggota awak, kedua kapal selam itu harus muncul ke permukaan untuk memeriksa kerusakannya. Namun, ini tidak terjadi. Selain itu, hampir tidak dapat dibayangkan bahwa kapal selam modern kelas Seawolf tidak akan memperhatikan pendekatan kapal selam lain," kata Valuyev kepada Sputniknews, Sabtu (9/10/2021).
Menurutnya, sistem navigasi onboard kapal selam modern membuat tabrakan dengan karang bawah laut atau formasi batuan sama tidak mungkinnya.
Lihat Juga :