Novelis Tanzania Abdulrazak Gurnah Sabet Nobel Sastra
Kamis, 07 Oktober 2021 - 19:08 WIB
loading...
A
A
A
Dia kini Profesor Sastra Inggris dan Pascakolonial di University of Kent, Canterbury, hingga pensiun baru-baru ini.
Novel Paradise, diterbitkan pada 1994, menceritakan kisah seorang anak laki-laki yang tumbuh di Tanzania pada awal abad ke-20 dan memenangkan Booker Prize, menandai terobosannya sebagai seorang novelis.
"Dedikasi Abdulrazak Gurnah pada kebenaran dan keengganannya pada penyederhanaan sangat mencolok," ungkap pernyataan Komite Nobel untuk Sastra.
"Novel-novelnya mundur dari deskripsi stereotip dan membuka pandangan kita ke Afrika Timur yang beragam secara budaya yang tidak dikenal banyak orang di bagian lain dunia," papar Komite itu.
"Karakternya menemukan diri mereka dalam jeda antara budaya dan benua, antara kehidupan yang dulu dan kehidupan yang muncul; itu adalah keadaan tidak aman yang tidak akan pernah bisa diselesaikan," ungkap Komite Nobel.
Novel Paradise, diterbitkan pada 1994, menceritakan kisah seorang anak laki-laki yang tumbuh di Tanzania pada awal abad ke-20 dan memenangkan Booker Prize, menandai terobosannya sebagai seorang novelis.
"Dedikasi Abdulrazak Gurnah pada kebenaran dan keengganannya pada penyederhanaan sangat mencolok," ungkap pernyataan Komite Nobel untuk Sastra.
"Novel-novelnya mundur dari deskripsi stereotip dan membuka pandangan kita ke Afrika Timur yang beragam secara budaya yang tidak dikenal banyak orang di bagian lain dunia," papar Komite itu.
"Karakternya menemukan diri mereka dalam jeda antara budaya dan benua, antara kehidupan yang dulu dan kehidupan yang muncul; itu adalah keadaan tidak aman yang tidak akan pernah bisa diselesaikan," ungkap Komite Nobel.
(sya)
Lihat Juga :