Peraih Nobel Perdamaian Pro-Israel dan Dukung Gerakan Anti-Muslim, Dunia Islam Marah Besar

Sabtu, 11 Oktober 2025 - 14:16 WIB
loading...
Peraih Nobel Perdamaian...
Maria Corina Machado dinilai pro-Israel dan mendukung gerakan Anti-Muslim. Foto/X/@NobelPrize
A A A
CARACAS - Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR) mengecam keras keputusan "tidak adil" Komite Nobel untuk memberikan Hadiah Nobel Perdamaian tahun ini kepada pemimpin oposisi Venezuela Maria Corina Machado. Itu dikarenakan alasan "dukungannya" terhadap Partai Likud Israel dan fasisme anti-Muslim di Eropa.

CAIR menyatakan dalam sebuah pernyataan bahwa "Nyonya Machado adalah pendukung vokal Partai Likud Israel yang rasis dan awal tahun ini beliau menyampaikan pidato di sebuah konferensi fasis Eropa, termasuk Geert Wilders dan Marie Le Pen, yang secara terbuka menyerukan Reconquista baru, merujuk pada pembersihan etnis Muslim dan Yahudi Spanyol pada tahun 1500-an."

Kelompok hak asasi Muslim AS tersebut menekankan bahwa penghargaan tersebut "seharusnya diberikan kepada individu yang telah menunjukkan konsistensi moral dengan berani memperjuangkan keadilan bagi semua orang, bukan kepada politisi yang menuntut demokrasi di negara mereka sendiri sambil mendukung rasisme, kefanatikan, dan fasisme di luar negeri."

Peraih Nobel Perdamaian Pro-Israel dan Dukung Gerakan Anti-Muslim, Dunia Islam Marah Besar

1. Mendukung Israel dan Fasisme Anti-Muslim

"Kami menyerukan kepada Machado untuk mencabut dukungannya terhadap Partai Likud dan fasisme anti-Muslim di Eropa," kata CAIR, dilansir Al Jazeera. Mereka mendesak Komite Nobel untuk "mempertimbangkan kembali keputusannya, yang telah merusak reputasinya sendiri."

Kelompok tersebut menambahkan bahwa "seorang fanatik anti-Muslim dan pendukung fasisme Eropa tidak pantas disebut bersama orang-orang seperti Dr. Martin Luther King, Jr., dan para peraih Nobel Perdamaian lainnya yang layak."

Kelompok tersebut mengatakan "komite Hadiah Nobel Perdamaian seharusnya memberikan penghargaan kepada seorang penerima penghargaan yang telah menunjukkan konsistensi moral dengan berani memperjuangkan keadilan bagi semua orang," seperti "mahasiswa, jurnalis, aktivis, tenaga medis yang telah mempertaruhkan karier dan bahkan nyawa mereka untuk menentang kejahatan zaman kita: genosida di Gaza."

Baca Juga: Trump Berterima Kasih Putin Kritik Hadiah Nobel Perdamaian yang Gagal Diraih Presiden AS

2. Membenci Perjuangan Rakyat Palestina

Secara terpisah, para kritikus mempertanyakan dukungan Machado yang blak-blakan terhadap Israel. Ia menyatakan solidaritasnya dengan negara tersebut setelah serangan Hamas pada 7 Oktober 2023, mengutuk apa yang disebutnya "serangan teroris" oleh kelompok Palestina tersebut dan mengatakan terorisme "harus dikalahkan dengan segala cara, apa pun bentuknya".

Genosida Israel di Gaza sejak saat itu telah menewaskan lebih dari 67.190 warga Palestina, menurut otoritas kesehatan, dan telah menghancurkan sebagian besar wilayah di daerah kantong yang terkepung dan dilanda kelaparan tersebut, tempat hampir dua juta penduduknya telah mengungsi secara paksa.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Apa Itu Front Kedelapan...
Apa Itu Front Kedelapan Israel? Propaganda Digital terhadap Politikus Pro-Palestina
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
Pemimpin Oposisi Zionis:...
Pemimpin Oposisi Zionis: Kesepakatan Damai AS-Iran Berarti Tak Satu Pun Tujuan Perang Israel Tercapai
AS Habisi Bos Geng Tren...
AS Habisi Bos Geng Tren de Aragua, Markasnya di Venezuela Dibom hingga Berkeping-keping
Profesor AS: Israel,...
Profesor AS: Israel, Bukan Iran, yang Jadi Ancaman Nuklir Utama di Timur Tengah
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
PM Pakistan: Kesepakatan...
PM Pakistan: Kesepakatan AS-Iran Berpotensi Rampung dalam 24 Jam
Trump: Uranium Iran...
Trump: Uranium Iran Akan Dimusnahkan
Rekomendasi
Mengulik Alasan di Balik...
Mengulik Alasan di Balik Kenaikan Harga Pertamax: Demi Jaga Investor dan Keuangan
Jelang 1 Muharram, Ulama...
Jelang 1 Muharram, Ulama Anjurkan Minum Susu Putih Sebelum Subuh, Ini Alasannya
Ratusan Kepsek di Sulsel...
Ratusan Kepsek di Sulsel Mundur Buntut Temuan BPK Terkait Dana BOS, DPR Dorong Evaluasi
Berita Terkini
Jika Dicairkan, Aset...
Jika Dicairkan, Aset Beku Iran Jadi Oksigen Segar untuk Kebangkitan Ekonomi Iran
Militerisasi Jepang...
Militerisasi Jepang dan Bahaya Radiasi Radio Aktif
Drone Hizbullah Hantam...
Drone Hizbullah Hantam Israel, IDF Bombardir Lebanon
Inggris Caplok Armada...
Inggris Caplok Armada Bayangan Rusia, Akankah Picu Perang Besar?
Ini Gaun Emas Termahal...
Ini Gaun Emas Termahal di Dunia! Beratnya 10 Kg, Harganya Rp24 Miliar
4 Fakta Tempat Tinggal...
4 Fakta Tempat Tinggal Elon Musk, Rumah Sewa dan Ukurannya Mungil
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved