Trump Berterima Kasih Putin Kritik Hadiah Nobel Perdamaian yang Gagal Diraih Presiden AS

Sabtu, 11 Oktober 2025 - 13:32 WIB
loading...
Trump Berterima Kasih...
Presiden AS Donald Trump di Halaman Selatan Gedung Putih di Washington, DC, 10 Oktober 2025. Foto/Global Look Press/Shawn Thew/Pool/CNP/Keystone Press Agency
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Presiden Rusia Vladimir Putin atas reaksi Putin terhadap keputusan Komite Nobel Norwegia yang tidak menganugerahkan Hadiah Nobel Perdamaian yang bergengsi tersebut kepada presiden AS.

Sejak menjabat pada Januari 2025, Trump telah beberapa kali mengklaim upayanya dalam memediasi konflik internasional, termasuk yang terbaru di Gaza, membuatnya pantas memenangkan penghargaan tersebut.

Berbicara di Dushanbe pada hari Jumat (10/10/2025), presiden Rusia, yang sedang dalam kunjungan kenegaraan ke Tajikistan, mengatakan Komite Nobel memiliki sejarah memberikan penghargaan kepada individu yang sebenarnya "tidak melakukan apa pun untuk perdamaian," sehingga mendiskreditkan kehormatan penghargaan tersebut secara luas.

Putin mencatat meskipun bukan wewenangnya untuk memutuskan siapa yang berhak menerima hadiah tersebut, Trump "benar-benar melakukan banyak hal untuk menyelesaikan krisis yang sulit, yang telah berlangsung selama bertahun-tahun dan puluhan tahun."

Ia mengutip mediasi terbaru yang dilakukan presiden AS antara Israel dan Hamas di Timur Tengah dan upaya tulusnya mengakhiri pertumpahan darah di Ukraina.

Dalam unggahan di platform Truth Social miliknya, Trump mengunggah tangkapan layar Putin yang sedang berbicara, dan menyatakan, "Terima kasih kepada Presiden Putin!"

Sebelumnya pada hari itu, Komite Nobel menganugerahkan Hadiah Perdamaian kepada politisi oposisi Venezuela, Maria Corina Machado, "atas advokasinya yang tak kenal lelah untuk kebebasan demokratis di Venezuela."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
3 Alasan Provinsi Alberta...
3 Alasan Provinsi Alberta Ingin Tinggalkan Kanada dan Bergabung dengan AS
AS Klaim Tembak Jatuh...
AS Klaim Tembak Jatuh Banyak Drone Iran
Trump Cari Jalan Keluar...
Trump Cari Jalan Keluar Secepatnya untuk Hindari Dampak Politik dan Ekonomi Perang Iran
Presiden Asosiasi Sepak...
Presiden Asosiasi Sepak Bola Palestina Kecam AS Tunda Visa untuk Acara Piala Dunia
Militer AS Bangun Pangkalan...
Militer AS Bangun Pangkalan Baru di Dekat Perbatasan Gaza untuk Dukung Rencana Pasca-Perang
Trump Puji Unggahan...
Trump Puji Unggahan Menlu Iran tentang Kemungkinan Kesepakatan AS-Iran Sangat Positif
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
Pilu Seorang Ibu Gugat...
Pilu Seorang Ibu Gugat OpenAI Usai Kematian Putrinya Dikaitkan ChatGPT
Trump Ungkap Heli Tempur...
Trump Ungkap Heli Tempur Apache AS Ditembak Jatuh Iran Pakai Drone
Rekomendasi
Komitmen Perbaikan Tata...
Komitmen Perbaikan Tata Kelola Pengadaan Energi, Pertamina Patra Niaga Gelar FGD
Berawal dari Mesin Arcade,...
Berawal dari Mesin Arcade, Talenta Muda Indonesia Juara Turnamen Dance Game Asia Pasifik
Asprindo Dorong Skema...
Asprindo Dorong Skema Hybrid Pengelolaan Blok Andaman
Berita Terkini
Pentagon Mengungkap...
Pentagon Mengungkap Kumpulan Data UFO Baru, Apakah Banyak Kejutan?
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
Jenazah Ayatollah Khamenei...
Jenazah Ayatollah Khamenei Akan Dimakamkan pada 9 Juli
PM Pakistan: Perjanjian...
PM Pakistan: Perjanjian Damai Iran dan AS Terwujud dalam 24 Jam Mendatang
3 Alasan Provinsi Alberta...
3 Alasan Provinsi Alberta Ingin Tinggalkan Kanada dan Bergabung dengan AS
Pasukan Elite AS Siapkan...
Pasukan Elite AS Siapkan Skenario Caplok Uranium Iran, tapi Kenapa Tidak Dilaksanakan?
Infografis
Pete Hegseth, Menteri...
Pete Hegseth, Menteri Perang AS yang Dikenal Rasis, Radikal, dan Pemabuk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved