Menhan Taiwan: China Mampu Gelar Invasi Skala Penuh pada 2025
Rabu, 06 Oktober 2021 - 13:48 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Jaringan Informan CIA Runtuh, Banyak yang Dibunuh, Ditangkap atau Jadi Agen Ganda
Dia selanjutnya melaporkan di parlemen Taiwan bahwa China telah melakukan lebih dari 100 penerbangan melintasi wilayah negara itu selama beberapa hari terakhir.
Chiu dilaporkan mengambil kesempatan untuk mengakui bahwa aksi jet tempur China telah menjadi "yang paling serius" dalam lebih dari 40 tahun, sejak dia bertugas di militer.
Dia menggarisbawahi situasi saat ini meningkatkan kemungkinan "salah tembak" di Selat Taiwan.
"Bagi saya sebagai seorang militer, urgensinya ada di depan saya," ujar dia yang menyatakan pejabat Taiwan melihat kemungkinan invasi militer oleh China ke Taiwan dalam beberapa tahun ke depan.
“Pada tahun 2025, China akan membawa biaya dan gesekan ke titik terendah. Mereka memiliki kapasitas sekarang, tetapi tidak akan memulai perang dengan mudah, harus mempertimbangkan banyak hal lain,” ungkap dia.
Komentar Chiu mengikuti pernyataan serupa yang disuarakan Presiden Taiwan Tsai Ing Wen, yang baru-baru ini meminta AS meningkatkan kehadirannya di wilayah tersebut.
Dia selanjutnya melaporkan di parlemen Taiwan bahwa China telah melakukan lebih dari 100 penerbangan melintasi wilayah negara itu selama beberapa hari terakhir.
Chiu dilaporkan mengambil kesempatan untuk mengakui bahwa aksi jet tempur China telah menjadi "yang paling serius" dalam lebih dari 40 tahun, sejak dia bertugas di militer.
Dia menggarisbawahi situasi saat ini meningkatkan kemungkinan "salah tembak" di Selat Taiwan.
"Bagi saya sebagai seorang militer, urgensinya ada di depan saya," ujar dia yang menyatakan pejabat Taiwan melihat kemungkinan invasi militer oleh China ke Taiwan dalam beberapa tahun ke depan.
“Pada tahun 2025, China akan membawa biaya dan gesekan ke titik terendah. Mereka memiliki kapasitas sekarang, tetapi tidak akan memulai perang dengan mudah, harus mempertimbangkan banyak hal lain,” ungkap dia.
Komentar Chiu mengikuti pernyataan serupa yang disuarakan Presiden Taiwan Tsai Ing Wen, yang baru-baru ini meminta AS meningkatkan kehadirannya di wilayah tersebut.
Lihat Juga :