Mantan Pegawai Sebut Facebook Ancaman Paling Mendesak bagi Amerika Serikat
Rabu, 06 Oktober 2021 - 00:00 WIB
loading...
A
A
A
Tokoh Partai Republik, Marsha Blackburn, disebut akan mengatakan dalam sambutan pembukaan bahwa Facebook menutup mata terhadap anak-anak di bawah usia 13 tahun di situsnya. “Jelas bahwa Facebook memprioritaskan keuntungan di atas kesejahteraan anak-anak kita,” ujar dia.
Haugen muncul pekan ini untuk mengungkapkan pada Reuters bahwa dia orang yang memberikan dokumen yang digunakan dalam investigasi Wall Street Journal dan sidang Senat tentang bahaya Instagram terhadap gadis remaja.
Facebook tidak menanggapi permintaan komentar.
Kisah Wall Street Journal menunjukkan perusahaan berkontribusi pada peningkatan polarisasi online ketika membuat perubahan pada algoritme kontennya; gagal mengambil langkah-langkah untuk mengurangi keraguan terhadap vaksin; dan sadar Instagram merugikan kesehatan mental remaja putri.
Haugen mengatakan Facebook juga telah berbuat terlalu sedikit untuk mencegah platformnya digunakan orang-orang yang merencanakan kekerasan.
Facebook digunakan orang-orang yang merencanakan pembunuhan massal di Myanmar dan serangan 6 Januari di US Capitol oleh para pendukung Presiden Donald Trump yang bertekad membatalkan hasil pemilu 2020.
Haugen muncul pekan ini untuk mengungkapkan pada Reuters bahwa dia orang yang memberikan dokumen yang digunakan dalam investigasi Wall Street Journal dan sidang Senat tentang bahaya Instagram terhadap gadis remaja.
Facebook tidak menanggapi permintaan komentar.
Kisah Wall Street Journal menunjukkan perusahaan berkontribusi pada peningkatan polarisasi online ketika membuat perubahan pada algoritme kontennya; gagal mengambil langkah-langkah untuk mengurangi keraguan terhadap vaksin; dan sadar Instagram merugikan kesehatan mental remaja putri.
Haugen mengatakan Facebook juga telah berbuat terlalu sedikit untuk mencegah platformnya digunakan orang-orang yang merencanakan kekerasan.
Facebook digunakan orang-orang yang merencanakan pembunuhan massal di Myanmar dan serangan 6 Januari di US Capitol oleh para pendukung Presiden Donald Trump yang bertekad membatalkan hasil pemilu 2020.
(sya)
Lihat Juga :