Polisi Israel Cegah Warga Palestina Shalat di Al-Aqsa

Rabu, 29 September 2021 - 19:11 WIB
loading...
Polisi Israel Cegah...
Warga Palestina shalat ketika polisi Israel berkumpul selama bentrokan di kompleks Masjid Al-Aqsa pada 7 Mei 2021 lalu. Foto/REUTERS/Ammar Awad
A A A
YERUSALEM - Polisi Israel mencegah warga Palestina Israel melakukan perjalanan ke Masjid al-Aqsa di Yerusalem Timur yang diduduki. Mereka beralasan itu aksi provokasi, hanya sehari setelah pemukim Israel menyerbu tempat suci itu.

Sumber-sumber lokal melaporkan polisi Israel menghentikan sebuah bus yang membawa jamaah dari kota Umm al-Fahm Palestina-Israel dalam perjalanan ke Masjid Al-Aqsa pada hari Selasa saat fajar. Tidak hanya itu para penumpang juga digeledah oleh polisi.

Arab48 melaporkan Jemaah lain dari Umm al-Fahm, yang berhasil mencapai Yerusalem, mengatakan polisi mencegah mereka memasuki Masjid al-Aqsa melalui Gerbang Rantai, yang dikenal sebagai Bab al-Silsala dalam bahasa Arab.



Dua pemuda, Mohammed Taher Jabarin dari Umm Al-Fahm dan Muhammad Steiti dari Acre, dilaporkan ditangkap dalam perjalanan ke tempat suci umat Islam itu.

Penangkapan itu terjadi ketika warga Palestina dari Yerusalem Timur dan di dalam wilayah Israel mengeluarkan seruan untuk berziarah ke Masjid al-Aqsa sebagai respons atas serbuan pemukim Israel ke tempat suci yang terjadi pada hari Senin.

Baca juga: Pemukim dan Pasukan Israel Serbu Masjid Al-Aqsa Saat Fajar

Para pemukim menyerbu Masjid al-Aqsa dan mengibarkan bendera Israel, sebuah langkah terlarang yang membuat marah warga Palestina dan Gerakan Islam Raam di dalam wilayah Israel.

Mereka yang mengibarkan bendera Israel selama liburan Sukkot ditahan sebentar oleh polisi dan dikawal keluar dari tempat suci untuk mencegah eskalasi lebih lanjut.

"Apa yang terjadi dalam hal penganiayaan terhadap Masjid al-Aqsa yang diberkati adalah tindakan agresi yang belum pernah terjadi sebelumnya, terutama mengibarkan bendera Israel, meniup terompet, dan melakukan sholat Talmud di halaman Al -Aqsha dengan dalih beberapa hari libur berturut-turut," kata Dewan Islam Tertinggi di Yerusalem.

Gerakan Islam Raam, sebuah organisasi yang diilhami oleh Ikhwanul Muslimin, mendesak sayap kanan Israel untuk menahan diri dari memprovokasi konflik.

“Sayap kanan rasis baru-baru ini mencoba mengeksploitasi Masjid al-Aqsa untuk tujuan politiknya. Pelanggaran ini telah menyebabkan konflik di masa lalu dan dapat menyebabkan konflik jika fenomena itu berlanjut,” gerakan itu memperingatkan.

Baca juga: Biden Tolak Lokasi Alternatif Konsulat AS yang Diajukan PM Israel

"Kami telah mengatakan ini sebelumnya dan kami akan mengatakannya lagi, al-Aqsa adalah garis merah, dan bagi kami, itu adalah tempat suci paling suci di negara ini," bunyi pernyataan Gerakan Islam.

"Kami tidak akan membiarkan pelanggaran kesuciannya atau perubahan status quo," tambahnya seperti dikutip dari Al Araby, Rabu (29/9/2021).

Warga Palestina Israel merupakan 20 persen dari populasi Israel dan menghadapi diskriminasi sistematis. Mereka mengeluh diperlakukan sebagai warga negara kelas dua dibandingkan dengan rekan-rekan Yahudi mereka.

Segmen besar publik Israel melihat warga Palestina sebagai ancaman demografis terhadap identitas Yahudi Israel, dengan diskriminasi yang mengakar di perumahan, layanan publik, pendidikan, dan pekerjaan.

Warga Palestina Israel sering berselisih dengan polisi Israel – sebuah institusi yang mereka yakini mengambil peran pasif dalam menghentikan epidemi kekerasan senjata di dalam komunitas mereka.

Baca juga: Geruduk Tepi Barat, Militer Israel Tewaskan 4 Warga Palestina
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Sadisnya Tentara Israel,...
Sadisnya Tentara Israel, Tembak Mati Pria Palestina yang Sedang Tidur
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
Trump Caci Maki Netanyahu:...
Trump Caci Maki Netanyahu: Semua Orang Yahudi Muak Denganmu!
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Berani Tanpa AS, Netanyahu:...
Berani Tanpa AS, Netanyahu: Kami akan Masuk ke Iran
Mantan Menteri Kehakiman...
Mantan Menteri Kehakiman Korsel Divonis 25 Tahun Penjara Terkait Peran dalam Darurat Militer
Paris Melarang Warganya...
Paris Melarang Warganya Minum Alkohol di Tempat Umum Mulai Hari Ini
Rekomendasi
BPDP Dukung Jakarta...
BPDP Dukung Jakarta Fiscal Forum 2026, Perkuat Kolaborasi untuk Pembangunan Berkelanjutan
MSIN Putuskan Tak Bagi...
MSIN Putuskan Tak Bagi Dividen, Fokus Perkuat Platform Digital
Jokowi Pede PSI Masuk...
Jokowi Pede PSI Masuk Parlemen Senayan di Pemilu 2029
Berita Terkini
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Infografis
Kebakaran Makin Dahsyat...
Kebakaran Makin Dahsyat di Israel, 7 Pemukiman Dievakuasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved