Bos Mata-mata Rusia: AS Tak Terima Kenyataan Bukan Lagi Hegemoni Global
Selasa, 28 September 2021 - 10:40 WIB
loading...
A
A
A
AS memimpin invasi ke Afghanistan pada tahun 2001 tak lama setelah presiden saat itu George W. Bush mengumumkan kampanye global melawan terorisme sebagai pembalasan atas serangan 9/11 di tanah Amerika.
Pada saat itu, kata Naryshkin, masyarakat internasional sebagian besar berasumsi bahwa pasukan AS akan mengendalikan situasi.
“Kehadiran militer AS dan NATO telah dipandang sebagai penghalang kuat bagi ancaman teroris yang tidak memungkinkannya menyebar lebih jauh ke Eurasia. Sayangnya, itu tidak benar," kata kepala SVR tersebut.
"Amerika mundur, melarikan diri dari Afghanistan, dan sekarang kita melihat reruntuhan yang mereka tinggalkan: ekonomi yang hancur, teroris bebas berkeliaran, konflik yang semakin dalam antara kelompok etnis yang berbeda, peningkatan perdagangan narkoba dan senjata," imbuh dia.
Baca juga: Koma Lebih dari 15 Tahun, Pangeran Arab Saudi Tak Kunjung Bangun
Pada saat yang sama, Naryshkin menegaskan kembali komitmen SVR untuk bermitra dengan agen mata-mata nasional lainnya.
“Kami benar-benar menghargai kerja sama yang kami miliki dengan mitra kami dari CIA ketika datang untuk memerangi terorisme global,” katanya.
"Situasi yang berubah di Afghanistan akan memberikan mitra Amerika kami kesempatan yang baik untuk menilai kembali peringkat ancaman mereka saat ini." ujarnya.
Pada saat itu, kata Naryshkin, masyarakat internasional sebagian besar berasumsi bahwa pasukan AS akan mengendalikan situasi.
“Kehadiran militer AS dan NATO telah dipandang sebagai penghalang kuat bagi ancaman teroris yang tidak memungkinkannya menyebar lebih jauh ke Eurasia. Sayangnya, itu tidak benar," kata kepala SVR tersebut.
"Amerika mundur, melarikan diri dari Afghanistan, dan sekarang kita melihat reruntuhan yang mereka tinggalkan: ekonomi yang hancur, teroris bebas berkeliaran, konflik yang semakin dalam antara kelompok etnis yang berbeda, peningkatan perdagangan narkoba dan senjata," imbuh dia.
Baca juga: Koma Lebih dari 15 Tahun, Pangeran Arab Saudi Tak Kunjung Bangun
Pada saat yang sama, Naryshkin menegaskan kembali komitmen SVR untuk bermitra dengan agen mata-mata nasional lainnya.
“Kami benar-benar menghargai kerja sama yang kami miliki dengan mitra kami dari CIA ketika datang untuk memerangi terorisme global,” katanya.
"Situasi yang berubah di Afghanistan akan memberikan mitra Amerika kami kesempatan yang baik untuk menilai kembali peringkat ancaman mereka saat ini." ujarnya.
Lihat Juga :